Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com - Arah pembangunan Kabupaten Barito Timur ditegaskan bukan hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi tentang lompatan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen itu ditegaskan Bupati M Yamin saat membuka Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 yang digelar Universitas Terbuka Palangka Raya, Sabtu (28/2/2026).
Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan para mahasiswa baru di Aula Dinas Pendidikan Bartim, Yamin menyampaikan pesan yang tegas, yakni masa depan daerah bergantung pada kualitas intelektual dan kapasitas kepemimpinan generasi mudanya.
“Pendidikan tinggi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika kita ingin desa maju, kepala desanya harus punya kapasitas akademik dan manajerial yang kuat,” ujar Yamin.
Dalam pernyataan yang mencuri perhatian, Bupati mengungkapkan rencana strategis Pemkab Bartim untuk mendorong seluruh kepala desa menempuh pendidikan tinggi melalui kerja sama resmi dengan Universitas Terbuka.
Langkah tersebut disebutnya sebagai bagian dari “revolusi SDM desa”, sebuah transformasi mendasar dalam tata kelola pemerintahan di tingkat paling bawah.
“Kami ingin setiap kepala desa di Barito Timur memiliki pendidikan tinggi. Ini bukan soal gelar, tetapi soal kualitas kepemimpinan, kemampuan merencanakan pembangunan, mengelola anggaran, dan melayani masyarakat dengan profesional,” tegasnya.
Menurut Yamin, desa hari ini mengelola anggaran miliaran rupiah setiap tahun. Tanpa kapasitas yang memadai, potensi kesalahan tata kelola hingga risiko penyimpangan bisa terjadi. Karena itu, penguatan kapasitas melalui jalur pendidikan formal dinilai sebagai investasi strategis jangka panjang.
Model pembelajaran jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka dinilai sangat relevan bagi aparatur desa dan masyarakat yang tetap harus menjalankan tugas sehari-hari. Sistem yang fleksibel memungkinkan mereka belajar tanpa meninggalkan tanggung jawab pelayanan publik.
OSMB dan PKBJJ sendiri menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem belajar mandiri, pengelolaan waktu, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses akademik.
Pemerintah daerah berharap para mahasiswa tidak hanya lulus secara administratif, tetapi tumbuh menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Sekretaris Daerah Misnohartaku dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Bunyamin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan akses pendidikan tinggi di Bartim.
Bagi Pemkab Bartim, pendidikan bukan sekadar program rutin, melainkan strategi pembangunan paling fundamental. Infrastruktur bisa dibangun dalam hitungan tahun, tetapi kualitas manusia adalah fondasi yang menentukan arah daerah dalam jangka panjang.
Dengan sinergi bersama Universitas Terbuka, Pemkab Bartim menandai babak baru, yaitu membangun dari desa, menguatkan dari pendidikan, dan memastikan kepemimpinan masa depan lahir dari kompetensi, bukan sekadar legitimasi administratif.(red)
