Dua Putri Bangkuang Raih Prestasi di Karantina Tahfizh Barsel 2026, Harumkan Daerah Lewat Alquran

Buntok, Habarkalimantantengah.com - Dari sebuah kelurahan di Kecamatan Karau Kuala, cahaya prestasi itu memancar. Dua putri terbaik Kelurahan Bangkuang berhasil menorehkan capaian gemilang dalam Karantina Tahfizh Alquran Program 20 Hari Ramadan, Hafal Alquran Angkatan ke-7 Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026, sebuah program pembinaan intensif yang menjadi ruang lahirnya generasi Qurani masa depan.

Prestasi tersebut bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol keberhasilan pembinaan pendidikan Alquran berbasis masyarakat yang terus tumbuh di daerah.

Adalah Shiva Davi Anugerah, putri dari IPDA Dadang Setyo Nugroho dan Norfitriawati, yang sukses meraih Terbaik 1 Kategori Bacaan Tilawatil Putri. Penilaian tersebut diberikan atas kualitas bacaan Alquran yang dinilai unggul dari sisi tajwid, kelancaran, hingga kekuatan penghayatan ayat.

Tak berhenti di sana, prestasi membanggakan juga diraih Deca Norjanah, putri dari Iskandar Julkarnain dan Norqamariati Atsaniah. Ia dinobatkan sebagai Terbaik 1 Kategori Hafalan Terbanyak, sebuah pencapaian yang mencerminkan kedisiplinan tinggi dan ketekunan luar biasa selama mengikuti karantina Ramadan. Atas keberhasilannya, Deca berhak membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik. Keduanya merupakan santri dari Pesantren TKA/TPA As-Shifa Kelurahan Bangkuang.

Bagi keluarga, prestasi ini menjadi momen haru sekaligus kebanggaan mendalam. Norfitriawati mengungkapkan rasa syukur atas capaian putrinya yang dinilai sebagai buah dari proses panjang pendidikan dan pembinaan spiritual.

“Alhamdulillah, ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga motivasi bagi anak-anak lain untuk semakin dekat dengan Alquran,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Hal serupa disampaikan Norqamariati Atsaniah yang menilai karantina tahfizh bukan sekadar kegiatan hafalan, melainkan proses pembentukan karakter.

“Selama 20 hari anak-anak ditempa dengan disiplin, kesabaran, dan kecintaan terhadap Alquran. Kami berharap hafalan ini terus dijaga dan menjadi bekal hidupnya,” tuturnya.

Wisuda Karantina Tahfizh Alquran Angkatan ke-7 tersebut digelar khidmat di Aula Kantor Bupati Barsel pada Selasa (17/3/2026) malam, dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pendidik, serta orang tua peserta yang larut dalam suasana penuh haru dan kebanggaan.

Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha, menegaskan bahwa program tahfizh memiliki nilai strategis dalam pembangunan sumber daya manusia daerah, terutama dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat di tengah tantangan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Program tahfizh ini selaras dengan upaya memperkuat karakter, meningkatkan literasi keagamaan, serta membangun generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan pasca-wisuda agar hafalan para peserta tidak berhenti sebagai capaian seremoni semata.

“Para wisudawan dan wisudawati harus terus menjaga hafalan melalui muraja’ah rutin, meneladankan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak penghafal Alquran di Barito Selatan,” tambahnya.

Keberhasilan Shiva dan Deca menjadi potret nyata bahwa dari daerah, lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa nilai spiritual sebagai fondasi masa depan. Di tengah arus modernisasi, capaian ini menegaskan satu pesan kuat, yakni Alquran tetap menjadi cahaya yang menuntun lahirnya generasi unggul dan berkarakter.(jky)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال