Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Tengah resmi mengukir babak baru kepemimpinan. Melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar di Ballroom Hotel Hawaii, Kota Palangka Raya, Sabtu (24/1/2026), Endra Setiawan dipastikan menakhodai Pengurus Wilayah (PW) IWO Kalteng periode 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi.
Forum tertinggi organisasi wartawan online tersebut berlangsung khidmat namun sarat makna, menegaskan soliditas internal IWO di tengah derasnya arus perubahan dunia pers digital.
Musdalub dihadiri jajaran pengurus daerah se-Kalteng, termasuk Ketua PD IWO Kabupaten Barito Timur Boy Tanriomato, yang hadir bersama sekretaris, bendahara, dan anggota.
Pemilihan Endra Setiawan yang akrab disapa Iwan ini dinilai sebagai pilihan tepat dan strategis. Rekam jejaknya sebagai Sekretaris PW IWO Kalteng sebelumnya menjadi modal kuat untuk membawa organisasi melaju lebih progresif, adaptif, dan berwibawa.
Seluruh rangkaian pemilihan dituangkan dalam berita acara dan disepakati bulat oleh peserta Musdalub, mencerminkan kedewasaan berorganisasi serta kesatuan visi insan pers online di Bumi Tambun Bungai.
Usai Musdalub, Ketua PD IWO Barito Timur Boy Tanriomato menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan momentum konsolidasi besar untuk memperkuat peran pers yang profesional dan berintegritas.
“Selamat kepada Endra Setiawan atas amanah yang diberikan. Ini bukan tugas ringan. IWO Kalteng harus semakin solid, berani, dan relevan dengan tantangan zaman,” tegas Boy.
Lebih jauh, Boy mengingatkan seluruh jajaran IWO agar tetap memegang teguh nilai KEJAM sebagai identitas dan roh perjuangan organisasi.
“IWO harus KEJAM, yakni Kreatif, Energik, Jeli, Akuntabel, dan Misionaris. Itu harga mati,” ujarnya lantang.
Menurut Boy, wartawan kreatif dituntut mampu melahirkan karya jurnalistik yang inovatif dan bernilai tambah. Energik mencerminkan semangat juang dan militansi insan pers dalam menjaga marwah profesi.
Jeli berarti tajam membaca situasi, peka terhadap fakta, dan cermat menggali kebenaran. Sementara akuntabel menjadi pilar utama kepercayaan publik, setiap produk jurnalistik harus dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun misionaris dimaknai sebagai panggilan moral pers untuk menyampaikan informasi yang mencerdaskan, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Keberhasilan Musdalub ini menjadi titik tolak penting bagi PW IWO Kalteng untuk terus beradaptasi dengan era digital, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta memperkuat posisi pers online sebagai pilar demokrasi yang independen dan bermartabat.(jky)
