Dari Pemadaman hingga Aksi Sosial, HKT Bergerak untuk Kalteng Bebas Asap

Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya menjadi tantangan serius bagi keselamatan masyarakat. Dampaknya tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, pendidikan, aktivitas ekonomi, serta kenyamanan dan keselamatan warga akibat ancaman api dan kabut asap.

Di tengah situasi tersebut, Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT) memilih untuk hadir dan mengambil bagian dalam upaya penanganan karhutla. Tidak sekadar menyuarakan kepedulian, para relawan turun langsung membantu petugas dan relawan pemadam lainnya dalam upaya memadamkan kebakaran.

Kepedulian HKT juga diwujudkan melalui aksi kemanusiaan di lapangan. Para relawan membagikan makanan ringan dan air mineral kepada petugas serta relawan yang berjibaku memadamkan api. Selain itu, HKT turut membagikan masker secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang berpotensi terdampak kabut asap.

Ketua HKT, Dwi Sugiarto, yang akrab disapa Sugie, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan dan pemadaman tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata dari berbagai pihak.

“Pencegahan dan pemadaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kita perlu saling mendukung dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing demi melindungi masyarakat dan mewujudkan Kalimantan Tengah yang bebas dari kabut asap,” ujar Sugie, Kamis (15/10/2026) malam.

Ia menjelaskan, kegiatan operasional relawan HKT selama terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut dibiayai secara mandiri melalui dana pribadi dan dukungan para donatur.

Bagi HKT, keterbatasan sumber daya bukan alasan untuk berpangku tangan ketika masyarakat menghadapi ancaman karhutla. Dukungan sekecil apa pun, baik berupa tenaga, air minum, makanan, maupun masker, diharapkan dapat membantu petugas di lapangan sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.

Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan semata-mata tentang memadamkan api, melainkan juga tentang menjaga keselamatan manusia, merawat lingkungan, dan menumbuhkan solidaritas sosial.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, HKT mengajak masyarakat untuk tidak hanya menaruh perhatian terhadap karhutla, tetapi juga berkontribusi dalam pencegahan kebakaran, menjaga lingkungan, serta mendukung upaya bersama agar ancaman api dan kabut asap tidak terus berulang di Kalimantan Tengah.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال