Kuala Kurun, Habarkalimantantengah.com - Kobaran api kembali menguji kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Kali ini, kebakaran melanda lahan di Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Minggu (6/9/2026).
Laporan Brigade Karhutla UPT KPHP Kahayan Hulu mencatat, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4,52 hektare. Begitu informasi diterima melalui pemantauan lapangan dan laporan masyarakat, tim gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus membendung potensi perluasan api.
Operasi penanganan berlangsung hampir lima jam, sejak pukul 14.22 WIB hingga 19.23 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, personel dari berbagai unsur bekerja di tengah kondisi lapangan yang menuntut respons cepat dan koordinasi yang solid.
Sebanyak 21 personel dikerahkan. Kekuatan tersebut terdiri atas delapan anggota Brigade Karhutla UPT KPHP Kahayan Hulu, enam anggota Manggala Agni Pondok Kerja Gunung Mas, lima personel Polres Gunung Mas, serta dua anggota TNI.
Sejumlah sarana turut digerakkan untuk menopang proses pemadaman. Di antaranya satu unit mobil R6, dua unit mobil R4, lima kendaraan roda dua, dua mesin alkon, 15 selang antar, dua Y connector, dua nozzle, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Penanganan di lapangan bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi tim adalah keterbatasan sumber air. Sungai kecil menjadi salah satu sumber air yang tersedia untuk mendukung proses pemadaman di sekitar titik api.
Kondisi vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan pakis dengan jenis tanah mineral. Laporan lapangan juga mencatat tipe kebakaran terjadi pada bagian atas dan bawah lahan.
Di sisi lain, akses jalan berada sekitar enam meter dari lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu jalur pendukung bagi pergerakan personel dan peralatan selama operasi berlangsung.
Lokasi kebakaran tercatat berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan titik koordinat -1.1075 dan 113.8469.
Setelah melalui proses pemadaman dan pembatasan secara terpadu, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan memastikan penanganan dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan di sekitarnya.
Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam respons cepat terhadap karhutla, terutama ketika kondisi lapangan menghadirkan keterbatasan sumber daya dan akses. Hingga laporan situasi terakhir, kebakaran di lokasi tersebut dinyatakan telah berhasil ditangani.(red/j)
