Buntok, Habarkalimantantengah.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman penipuan online terus mengintai masyarakat dengan berbagai modus yang semakin meyakinkan.
Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Karau Kuala yang baru menjabat, Iptu Tri Setyarto, mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan pejabat atau aparat kepolisian.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Iptu Tri mengingatkan bahwa pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan nama pejabat untuk melancarkan aksinya. Modus yang sering digunakan antara lain mengganti nomor telepon, membuat akun media sosial palsu, hingga meminta sejumlah uang dengan alasan mendesak.
"Apabila ada nomor baru yang mengaku sebagai Kapolsek dan meminta bantuan dana atau pinjaman uang, jangan langsung percaya. Lakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui saluran resmi atau kepada anggota yang dikenal," ujar Iptu Tri didampingi Wakapolsek Karau Kuala, Ipda Dadang SN, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelaku penipuan biasanya sengaja menciptakan situasi yang mendesak agar calon korban tidak sempat berpikir panjang. Karena itu, kewaspadaan dan kebiasaan melakukan verifikasi menjadi benteng utama untuk mencegah masyarakat menjadi korban.
Iptu Tri menegaskan komitmennya untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui edukasi yang bermanfaat di era digital.
"Polisi hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga untuk mengingatkan dan melindungi masyarakat dari berbagai potensi kejahatan. Jangan ragu menghubungi kami apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi, lebih teliti dalam menerima informasi, dan selalu mengecek kebenaran setiap permintaan yang berkaitan dengan uang atau identitas.
Di era digital saat ini, keamanan bukan hanya soal menjaga lingkungan fisik, tetapi juga menjaga ruang digital agar tetap aman dari para pelaku kejahatan. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah tindak penipuan online.
"Kejahatan bisa datang melalui layar ponsel. Mari lebih bijak, lebih teliti, dan saling mengingatkan agar tidak ada warga yang menjadi korban penipuan," pungkasnya.(red/j)
