Putri Tjilik Riwut Soroti Kondisi Area Patung di Katingan, Minta Perawatan Ditingkatkan

Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Di tengah derasnya arus pembangunan dan dinamika daerah, suara keprihatinan kembali mengemuka dari Kameloh Ida Lestari, putri keempat Pahlawan Nasional sekaligus Gubernur pertama Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut.

Sebuah catatan sederhana di media sosialnya justru menjelma menjadi refleksi publik tentang bagaimana warisan sejarah dirawat di ruang nyata.

Dalam unggahan yang dikutip media ini, Selasa (9/6/2026), Ida Riwut menceritakan kunjungannya ke kawasan Patung Tjilik Riwut di Kasongan, Kabupaten Katingan. Kunjungan yang semula bernuansa kekeluargaan itu berubah menjadi momen yang menyisakan kegelisahan.

“Saya sering ke Kasongan tidak pernah mampir di area patung Tjilik Riwut. Kemarin kebetulan adik bungsu saya pulang kampung, dan kami menyempatkan diri berkunjung ke area tersebut. Namun kami cukup terkejut melihat kondisi taman yang tampak tidak terurus. Mohon izin kepada Bapak Bupati Katingan untuk kiranya dapat menjaga dan memelihara kembali area patung yang dibangun oleh para bupati sebelumnya, yang tentu saja memerlukan anggaran besar,” tulisnya.

Lebih dari sekadar catatan personal, unggahan itu menghadirkan pesan yang lebih dalam bahwa monumen dan ruang publik bukan hanya simbol yang berdiri diam, melainkan bagian dari ingatan kolektif yang menuntut perhatian berkelanjutan.

Sebagai figur yang tumbuh dalam lingkar sejarah dan budaya Dayak, suara Ida Riwut menjadi pengingat halus bahwa penghormatan terhadap para pendahulu tidak berhenti pada pembangunan, tetapi juga pada kesinambungan perawatan dan kepedulian.

Harapannya sederhana namun bermakna, yakni agar kawasan patung Tjilik Riwut kembali terjaga dengan layak, bukan hanya sebagai penanda sejarah, tetapi juga sebagai ruang yang hidup, tertata, dan membanggakan bagi masyarakat Katingan dan Kalteng.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال