Jakarta, Habarkalimantantengah.com - Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap industri pertambangan untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) berhasil membuktikan bahwa praktik bisnis dan keberlanjutan dapat berjalan dalam satu arah yang sama.
Perusahaan yang membawahi PT Asmin Bara Bronang (ABB), PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), dan PT Telen Orbit Prima (TOP) itu meraih Gold Award Winner Best Environmental Sustainability pada ajang International Sustainability Awards 2026, menjadikannya satu-satunya perusahaan pertambangan asal Indonesia yang berhasil menembus daftar penerima penghargaan tertinggi pada kategori lingkungan tahun ini.
Prestasi tersebut bukan lahir dari slogan keberlanjutan yang kerap digaungkan banyak korporasi, melainkan dari kerja panjang memulihkan bentang alam yang sempat terdegradasi di jantung Kalimantan Tengah.
Di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas-Kahayan, tepatnya di Desa Tumbangnusa, Sei Ahas, Katimpun, hingga Katunjung, perusahaan menjalankan program rehabilitasi lingkungan yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengubah sekitar 5.077 hektare lahan kritis menjadi kawasan gambut yang lebih sehat dan produktif secara ekologis.
Di wilayah yang selama ini dikenal rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, langkah pemulihan tidak hanya dilakukan melalui penanaman pohon. Turangga Resources membangun sekat kanal dan sumur bor untuk mengembalikan tata air gambut yang rusak, menjaga kelembapan lahan, serta menekan risiko bencana ekologis yang kerap mengancam kawasan tersebut.
Lebih dari itu, perusahaan telah menanam sekitar 6,1 juta bibit pohon selama tujuh tahun terakhir. Jutaan pohon tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan investasi ekologis jangka panjang untuk mengembalikan fungsi hutan, meningkatkan keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang.
Yang menarik, rehabilitasi tersebut tidak berhenti pada aspek lingkungan semata. Masyarakat sekitar dilibatkan sebagai bagian dari solusi. Melalui persemaian bibit berbasis komunitas dan pengembangan produk ramah lingkungan berbahan purun menjadi eco-straw, program ini membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi lokal yang selaras dengan upaya pelestarian alam.
Di saat banyak perusahaan masih berbicara tentang konsep keberlanjutan, Turangga Resources berupaya menerjemahkannya menjadi aksi nyata di lapangan.
Direktur PT Tuah Turangga Agung, Arianto Sasono, menegaskan bahwa penghargaan internasional tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan industri tidak dapat dipisahkan dari masa depan lingkungan.“Penghargaan ini mendorong kami untuk terus melampaui batas dalam inovasi keberlanjutan dan membuktikan bahwa bisnis serta tanggung jawab terhadap lingkungan dapat dan harus berjalan beriringan,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Pengakuan dari panggung internasional ini sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan pada era modern tidak lagi hanya diukur dari besarnya produksi atau keuntungan yang dihasilkan.
Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh seberapa besar kontribusi yang diberikan untuk memulihkan alam, memberdayakan masyarakat, dan meninggalkan warisan yang bernilai bagi masa depan.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang kian kompleks, penghargaan ini menjadi bukti bahwa dari hamparan gambut Kalimantan Tengah, lahir sebuah cerita tentang bagaimana komitmen, kolaborasi, dan keberlanjutan mampu mengantarkan karya anak bangsa mendapat pengakuan dunia.(red/j)
