Buntok, Habarkalimantantengah.com - Dari sebuah kelurahan di tepian Sungai Barito, lahir kisah yang membanggakan. Putra asal Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, Dussamad, berhasil menembus salah satu lembaga pendidikan paling bergengsi di Indonesia, Akademi Kepolisian (Akpol), hingga resmi menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).
Keberhasilan itu bukanlah hasil yang diraih dalam semalam. Di balik seragam perwira yang kini dikenakannya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan, disiplin, dan pengorbanan. Dussamad membuktikan bahwa putra daerah dari pelosok Kalimantan tidak kalah bersaing dengan peserta dari berbagai penjuru Tanah Air.
Langkah besarnya dimulai pada 2023 saat dinyatakan lolos pemeriksaan administrasi awal di Polres Barito Selatan. Dari titik itulah ia terus melewati setiap tahapan seleksi yang dikenal sangat kompetitif hingga akhirnya diterima sebagai taruna Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita (KHS).
Selama menempuh pendidikan di Akpol Semarang, Dussamad ditempa melalui pembinaan yang menggabungkan ketangguhan fisik, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan akademik. Di tengah padatnya pendidikan, ia juga mampu menunjukkan prestasi intelektual dengan berkontribusi dalam riset mengenai pelayanan digital Polri yang dipublikasikan melalui Garuda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).Kini, seluruh proses panjang itu telah berbuah manis. Dussamad resmi dilantik sebagai perwira pertama Polri dengan pangkat Ipda, pada Rabu (22/7/2026) kemarin. Di balik kebanggaan tersebut, telah menanti amanah yang jauh lebih besar, yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di lokasi penugasan yang akan ditetapkan Mabes Polri.
Bagi masyarakat Barito Selatan, keberhasilan Dussamad bukan sekadar pencapaian pribadi. Kisahnya menjadi simbol bahwa keterbatasan letak geografis bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, putra daerah mampu berdiri sejajar di panggung nasional.
Jejak langkah Ipda Dussamad diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk terus bermimpi besar, mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan berani mengambil jalan pengabdian kepada bangsa. Sebab, prestasi besar sering kali berawal dari keberanian untuk memulai langkah pertama, meski berasal dari daerah yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota.(red/j)
