Buntok, Habarkalimantantengah.com - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, berlangsung berbeda. Tidak diwarnai aksi turun ke jalan, momentum 1 Mei justru dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Apel gabungan digelar di halaman Mapolsek Karau Kuala, Jumat (1/5/2026) pagi, melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan relawan kebencanaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Karau Kuala Adriansyah, Kapolsek Karau Kuala AKP Budi Susanto, Danramil 1012-01/Karau Kuala, Lurah Bangkuang, BPBD Kecamatan Karau Kuala, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Linmas, Damang, Tagana, Kepala UPTD Puskesmas Karau Kuala, serta Kepala UPTD Dermaga Karau Kuala.
Dalam amanatnya, Camat Karau Kuala Adriansyah menegaskan bahwa May Day bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjuangan pekerja dalam memperoleh hak, kesejahteraan, dan perlindungan kerja yang layak.
“May Day lahir dari perjuangan panjang kaum pekerja dunia. Semangat itu harus terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, pekerja, pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu kesejahteraan buruh, jaminan sosial, hingga penanganan pemutusan hubungan kerja (PHK), yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Suasana apel berlangsung khidmat namun penuh keakraban dan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Menariknya, usai apel May Day, kegiatan langsung dilanjutkan dengan apel kesiapsiagaan karhutla serta pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini menghadapi potensi musim kemarau di wilayah Karau Kuala dan sekitarnya.
Sementara itu, Kapolsek Karau Kuala AKP Budi Susanto menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus menghadapi ancaman bencana.
“Kolaborasi dan kesiapan sejak dini menjadi kunci agar situasi tetap aman, kondusif, dan masyarakat terlindungi,” tegasnya.(red/j)
