FKM Ingatkan SEMMI Kalteng Pentingnya Konsistensi dalam Kawal Aspirasi

Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - LSM Forum Kalimantan Membangun (FKM) melontarkan sorotan terhadap pola gerakan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) di Kalimantan Tengah yang dinilai belum menunjukkan konsistensi dalam mengawal berbagai isu yang mereka suarakan ke publik.

Ketua FKM, Supriadi Natae, menilai dalam beberapa waktu terakhir SEMMI cukup aktif melakukan aksi demonstrasi ke berbagai instansi, mulai dari Kejaksaan, Dinas Kehutanan, DPRD, hingga sempat mewacanakan aksi di Bank Kalteng.

Namun menurutnya, berbagai aksi tersebut sejauh ini belum diiringi dengan tindak lanjut yang jelas dan terukur setelah tuntutan disampaikan.

“Setiap aksi selalu dibarengi ultimatum atau batas waktu, tetapi setelah itu publik tidak lagi melihat perkembangan konkret maupun hasil dari tuntutan yang disampaikan,” kata Supriadi, Senin (13/4/2026).

Ia mencontohkan, salah satu yang menjadi perhatian adalah batalnya rencana aksi SEMMI ke Bank Kalteng setelah pihak perbankan membuka ruang dialog dan diskusi.

Situasi itu, kata dia, memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait sejauh mana keseriusan pengawalan terhadap isu-isu yang sebelumnya diangkat ke ruang publik.

Menurut Supriadi, sebagai organisasi mahasiswa, SEMMI tentu memiliki legitimasi moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan maupun dugaan persoalan di daerah. Namun ia mengingatkan, semangat kritik harus dibarengi dengan komitmen pengawalan yang konsisten agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Jangan sampai aksi hanya berhenti di momentum seremonial tanpa ada kejelasan ujung dari perjuangannya. Kalau membawa isu ke publik, maka publik juga berhak mengetahui bagaimana perkembangan dan hasil akhirnya,” tegasnya.

FKM menilai keterbukaan terhadap progres perjuangan menjadi bagian penting dalam menjaga marwah gerakan mahasiswa agar tetap dipercaya masyarakat sebagai corong aspirasi, bukan sekadar pembuat gaduh sesaat.

“Mahasiswa itu pilar kontrol sosial. Tapi kalau ingin tetap dipercaya, maka setiap gerakan harus konsisten, transparan, dan jelas arah perjuangannya,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SEMMI belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dilayangkan FKM.(jky/red)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال