Empat Pilar Kembali Disuarakan di Bartim, Bias Layar Soroti Ancaman di Era Globalisasi

Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com - Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian menguji jati diri bangsa, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kembali digaungkan dari Kabupaten Barito Timur (Bartim). Kali ini, anggota DPR RI asal Kalimantan Tengah, Bias Layar, turun langsung menyapa masyarakat.

Bertempat di rumah jabatan Bupati Bartim, Senin (27/4/2026), kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi ruang penguatan nilai dengan mengumpulkan beragam elemen, dari politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pelajar dan aparatur desa dalam satu semangat kebangsaan.

Dalam penyampaiannya, Bias Layar menegaskan bahwa Empat Pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebagai jargon.

“Kalau hanya dihafal, selesai di kepala. Tapi kalau diamalkan, itu hidup dalam tindakan,” ujarnya, menekankan bahwa nilai kebangsaan harus hadir dalam keseharian, bukan hanya dalam ruang-ruang formal.

Ia mengingatkan, tantangan zaman kini tidak lagi kasat mata. Pengaruh luar, informasi tanpa batas, hingga paham-paham yang menggerus persatuan bisa masuk tanpa disadari. Di titik inilah, Empat Pilar menjadi penyangga utama.

Sorotan pun diarahkan pada generasi muda. Menurut Bias Layar, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi oleh karakter anak muda saat ini.

“Pemuda jangan hanya jadi penonton. Mereka harus ambil peran, menjaga nilai, sekaligus membangun daerahnya,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bartim pun menyambut hangat kegiatan ini. Asisten I Setda Bartim, Ari Panan P Lelo, menilai sosialisasi seperti ini menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

“Kita ingin anak-anak kita bukan hanya pintar, tapi juga punya arah. Punya pegangan. Dan itu ada di Empat Pilar,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan lintas elemen dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Harapannya, pesan kebangsaan tidak berhenti di ruang acara, melainkan menyebar hingga ke masyarakat luas.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال