Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Masjid harus mampu bertransformasi menjadi pusat peradaban umat yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, bukan sekadar tempat ibadah semata.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menghadiri pelatihan pengelolaan keuangan masjid di Aula Asmaul Husna, Gedung Bundar IAIN Palangka Raya, Senin (2/3/2026).
Menurut Zaini, penguatan tata kelola keuangan masjid menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan dana keagamaan melalui masjid.
“Pengelolaan keuangan masjid harus transparan, akuntabel, profesional, dan sesuai prinsip syariah. Setiap rupiah yang dititipkan jamaah adalah amanah besar yang pertanggungjawabannya tidak hanya administratif, tetapi juga moral dan spiritual,” tegasnya.
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Palangka Raya itu menilai pelatihan tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid, khususnya dalam pencatatan keuangan, pelaporan, pengendalian internal, hingga pemanfaatan dana umat secara produktif.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari regulator, perbankan syariah, akademisi, lembaga filantropi, hingga organisasi ekonomi syariah.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan keuangan umat yang kredibel dan berkelanjutan.
“Kami ingin masjid di Kota Palangka Raya menjadi institusi yang kuat, dipercaya jamaah, dan mampu memberikan manfaat sosial serta ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tukasnya.(jky/red)
