Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com – Ketika internet menjadi tulang punggung komunikasi dan pelayanan publik di era digital, sebagian warga Kabupaten Barito Timur justru masih hidup dalam keterbatasan sinyal. Desa Danau, yang berada di Kecamatan Awang, hingga kini belum tersentuh infrastruktur Base Transceiver Station (BTS), membuat masyarakat setempat berada di wilayah blank spot.
Kondisi tersebut disampaikan langsung Kepala Desa Danau, Peniarto, S.Sos, yang menyebut desanya sebagai salah satu wilayah dengan akses jaringan terburuk di Barito Timur.
“Dari 11 desa bahkan se-Barito Timur, Desa Danau mungkin yang paling parah karena tidak ada sama sekali BTS,” kata Peniarto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Minimnya infrastruktur telekomunikasi membuat akses internet di Desa Danau nyaris lumpuh. Warga hanya mengandalkan voucher internet dengan jaringan yang sangat terbatas dan kerap tidak stabil. Dalam banyak kondisi, layanan internet bahkan sama sekali tidak bisa digunakan.
Tak hanya berdampak pada aktivitas warga, keterbatasan jaringan juga menghambat kinerja pemerintahan desa. Berbagai kebutuhan administrasi, pendataan, hingga pelayanan publik yang kini berbasis digital sulit dijalankan secara maksimal.
“Untuk mengakses data, pendataan, dan komunikasi masyarakat melalui internet itu hampir tidak ada,” ujarnya.
Peniarto mengungkapkan, pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Tim terkait bahkan sudah sempat turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi. Namun hingga kini, pembangunan BTS yang diharapkan belum juga terealisasi.
“Jawaban yang kami terima hanya diminta menunggu. Kami tetap menunggu dan berharap di tahun 2026 ini BTS bisa dibangun di Desa Danau,” katanya.
Menurut Peniarto, keberadaan BTS bukan sekadar soal sinyal, tetapi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung percepatan pembangunan desa dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di era digital.
“Ini menyangkut kenyamanan berkomunikasi, interaksi masyarakat, dan pembangunan ke depan. Kami sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Barito Timur,” pungkasnya.(boy/red)
