Kuliner Sungai Barito, Gado-gado dan Soto Banjar Kelotok jadi Pilihan Warga Bangkuang

Buntok, Habarkalimantantengah.com – Deru mesin perahu bermesin atau lebih akrab disebut kelotok oleh warga setempat kini tak hanya menandai aktivitas transportasi sungai di Barito Selatan.

Di pinggiran Sungai Barito, khususnya wilayah Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, suara khas kelotok justru menjadi penanda kelezatan kuliner tradisional yang datang menghampiri.

Penjual gado-gado dan soto Banjar keliling menggunakan kelotok belakangan ini kian diminati masyarakat. Setiap hari, perahu kayu bermesin itu menyusuri alur Sungai Barito hingga anak-anak sungainya, membawa aroma bumbu kacang dan kuah soto yang menggoda selera.

Saat pembeli memberi isyarat, kelotok pun menepi dan menambat di lanting-lanting rumah warga, menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan penuh nostalgia.

Tak sekadar menjual makanan, kehadiran pedagang kelotok ini seakan menghidupkan kembali denyut budaya sungai yang telah lama menjadi nadi kehidupan masyarakat Barito.

H Supriadi G, warga Kelurahan Bangkuang, mengaku kehadiran pedagang kuliner kelotok sangat membantu sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

“Rasanya beda. Bukan cuma karena makanannya enak, tapi sensasinya. Makan sambil duduk di kelotok, ditemani semilir angin sungai. Ini khas Barito, susah ditemukan di tempat lain,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Ia menyebut gado-gado yang dijajakan memiliki bumbu kacang kental dan segar, sementara soto Banjar-nya terasa gurih dengan aroma rempah yang kuat dan menggugah selera.

“Harganya juga ramah di kantong, cocok untuk semua kalangan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Leli Herawati. Menurutnya, pedagang kelotok kuliner menjadi solusi praktis, khususnya bagi ibu rumah tangga.

“Kalau sudah dengar suara kelotok, biasanya kami langsung siap-siap beli. Anak-anak juga suka, apalagi sotonya,” tuturnya.

Fenomena gado-gado dan soto Banjar keliling menggunakan kelotok ini membuktikan bahwa kuliner lokal tak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat.

Di atas aliran Sungai Barito, rasa, budaya, dan romantika berpadu mengalir bersama deru kelotok yang setia menjaga tradisi.(jky)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال