Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Ketika kabut asap karhutla kembali menjadi bagian dari keseharian masyarakat Kalimantan Tengah, kepedulian tidak semestinya berhenti sebagai kabar yang diberitakan. Di tengah situasi tersebut, insan pers memilih mengambil langkah nyata dan turun langsung ke ruang publik, menyapa masyarakat, sekaligus menghadirkan kepedulian dalam bentuk yang sederhana tetapi memiliki arti.
Semangat itulah yang menghidupkan aksi sosial kolaboratif sejumlah organisasi kewartawanan dan lembaga masyarakat di Kota Palangka Raya, Senin (28/9/2026).
Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI), Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Tengah, bersama LSM Forum Kalimantan Membangun (LSM-FKM), bergerak bersama membagikan ribuan masker secara gratis kepada masyarakat.
Aksi tersebut bukan sekadar pembagian alat pelindung diri. Di balik masker yang diberikan, terselip pesan bahwa pers dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat ketika kondisi lingkungan dan kesehatan menjadi perhatian bersama.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPJI Kalimantan Tengah, Pickrol Hidayat, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi ruang bersama bagi insan pers untuk menunjukkan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi semangat kebersamaan.
Menurutnya, ketika kepentingan masyarakat menjadi titik temu, berbagai perbedaan dapat diletakkan dalam satu semangat yang sama: memberikan manfaat.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persatuan antarwartawan tetap terjaga meskipun berada dalam organisasi yang berbeda. Ketika masyarakat membutuhkan kepedulian, kita bisa hadir bersama,” ujar Pickrol.
Ia menegaskan, aksi sosial tersebut merupakan bagian dari upaya insan pers untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Bagi pers, lanjutnya, keberadaan di tengah masyarakat bukan semata-mata tentang mencari dan menyampaikan informasi. Ada ruang lain yang juga dapat diisi, yakni membangun kepedulian dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian bersama.
Di tengah kepungan kabut asap, ribuan masker itu mungkin terlihat sebagai bentuk bantuan yang sederhana. Namun, dari langkah sederhana tersebut tumbuh pesan yang lebih besar, yaitu kepedulian tidak mengenal sekat organisasi.
Pers boleh hadir dengan wadah yang berbeda, tetapi ketika masyarakat membutuhkan, semangat untuk bergerak bersama tetap menemukan jalannya.(red/j)
