Dari Kepedulian, Pemuda Kampung Rawa Bangkuang Bergerak Perbaiki Jalan secara Swadaya

Buntok, Habarkalimantantengah.com - Kepedulian terhadap lingkungan terkadang lahir dari langkah sederhana. Tidak menunggu kondisi menjadi lebih parah, sejumlah pemuda Kampung Rawa, Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, memilih turun tangan memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan ringan, Rabu (30/9/2026).

Dengan semangat gotong royong dan dilakukan secara swadaya, para pemuda tersebut menambal serta memperbaiki bagian cor jalan tepat di depan Masjid Besar Hidayatussalikin Bangkuang.

Langkah sederhana itu dilakukan karena mereka melihat kondisi jalan tersebut cukup penting bagi aktivitas masyarakat. Setiap hari, ruas jalan itu dilintasi warga, termasuk masyarakat yang hendak beribadah maupun menjalankan berbagai aktivitas di sekitar kawasan masjid.

Bagi para pemuda Kampung Rawa, memperbaiki bagian jalan yang rusak bukan sekadar pekerjaan fisik. Ada kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang menjadi alasan mereka memilih untuk bergerak.

“Ini berawal dari keprihatinan kami terhadap pengguna jalan, terutama orang tua. Karena itu, kami berinisiatif melakukan perbaikan secara gotong royong,” ujar Asnan, salah seorang pemuda Kampung Rawa.

Menurut Asnan, kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela dengan semangat kebersamaan. Para pemuda berupaya memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Senada, Caman, pemuda lainnya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus rasa cinta terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.

“Kami ingin memberikan perhatian untuk kelurahan yang kami cintai. Mungkin yang kami lakukan ini terlihat kecil, tetapi mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang melintas,” katanya.

Apa yang dilakukan para pemuda Kampung Rawa menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kadang, cukup dengan melihat persoalan di sekitar, kemudian memilih untuk ikut mengambil bagian.

Di depan Masjid Besar Hidayatussalikin Bangkuang, semangat itu diwujudkan melalui gotong royong. Bukan sekadar menambal jalan, tetapi juga merawat rasa memiliki terhadap kampung halaman.

Bagi masyarakat, perbaikan tersebut mungkin hanya berupa bagian kecil dari sebuah ruas jalan. Namun bagi para pemuda yang mengerjakannya, langkah itu menjadi bentuk nyata bahwa menjaga kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Dari Kampung Rawa, semangat gotong royong kembali menemukan maknanya, yakni melihat persoalan, bergerak bersama, dan menghadirkan manfaat meski dimulai dari hal sederhana.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال