Dari Kekayaan Hayati menjadi Kekuatan Ekonomi, Aisyah Dorong UMKM Kalteng Berani Berinovasi

Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Kekayaan hayati Kalimantan Tengah (Kalteng) menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan nilai optimal apabila berhenti sebagai sumber daya tanpa sentuhan inovasi.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berani melakukan inovasi produk agar mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.

Hal itu disampaikannya saat menjadi Pembicara Inspiratif dalam Sharing Session bertajuk “Mengoptimalkan Potensi Kekayaan Hayati Kalimantan Tengah melalui Inovasi Produk Kecantikan”, yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-3 Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 6 Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG), dan diikuti ratusan mahasiswa Farmasi UPR.

Menurut Aisyah, tantangan terbesar bukan sekadar memiliki kekayaan alam, melainkan bagaimana mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai manfaat sekaligus nilai ekonomi.

“Tantangan kita saat ini adalah mengubah potensi menjadi nilai dan manfaat dan juga memiliki nilai ekonomi dan nilai jual,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kalteng yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalteng itu menegaskan, pengembangan UMKM harus diarahkan agar mampu naik kelas menjadi Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satu kuncinya adalah memastikan produk memenuhi standar sebelum dipasarkan secara luas.

“Harus melalui uji produk sebelum dipasarkan dan terdaftar di BPOM agar produk UMKM sesuai standar dan lama-kelamaan naik kelas,” imbuhnya.

Aisyah juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah produk tidak berhenti pada proses produksi. Strategi pemasaran menjadi bagian penting yang menentukan sejauh mana produk mampu menjangkau konsumen.

Menurutnya, inovasi dapat dilakukan melalui formulasi produk yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, kemasan yang menarik juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual.

Perubahan perilaku konsumen, lanjut Aisyah, turut menuntut pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan berbagai platform pemasaran daring membuka peluang produk lokal untuk menjangkau pasar yang jauh lebih luas.

“Karena ada pergeseran cara konsumen membeli produk. Pemasaran lebih luas,” jelasnya.

Lebih jauh, Aisyah mengajak mahasiswa, perguruan tinggi, rumah produksi, UMKM, pemerintah, Koperasi PKK, dan Dekranasda membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar kekayaan hayati Kalteng tidak hanya menjadi potensi, tetapi mampu hadir sebagai produk inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mari kita bersama terus merawat kekayaan hayati Kalteng, kita olah menjadi inovasi, kita tumbuhkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas MIPA UPR Prof. Agus Haryono berharap momentum Dies Natalis ke-3 Program Studi Farmasi dapat menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, inovasi, dan daya saing.

Ia berharap Program Studi Farmasi UPR semakin unggul dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam mengembangkan potensi sumber daya alam Kalteng.

Mahasiswa dan lulusan Farmasi juga didorong untuk tidak hanya memahami aspek akademik dan keilmuan, tetapi mampu melihat kekayaan sumber daya alam daerah sebagai peluang untuk menciptakan produk baru yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan memiliki daya saing.

Dengan demikian, kekayaan hayati Kalteng diharapkan tidak berhenti sebagai potensi alam, tetapi dapat diolah melalui ilmu pengetahuan dan inovasi menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka ruang tumbuh bagi UMKM dan perekonomian masyarakat daerah.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال