Buntok, Habarkalimantantengah.com - Ketika hujan tak kunjung turun dan kemarau mulai meninggalkan jejak kekeringan di tanah Barito Selatan, ribuan umat Islam di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala memilih menundukkan kepala dan mengangkat tangan. Di bawah langit yang masih menahan hujan, mereka bersama-sama memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Sebanyak kurang lebih 2.500 jamaah memadati Lapangan Bola Kelurahan Bangkuang, Jumat (14/8/2026) pagi, untuk melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang, kekeringan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Suasana berlangsung khidmat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu majelis taklim, kelompok pengajian, guru, hingga pelajar dari Kelurahan Bangkuang dan sekitarnya larut dalam rangkaian ibadah yang sarat makna tersebut.
Kegiatan itu digelar Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Kecamatan Karau Kuala dan Kelurahan Bangkuang, bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karau Kuala, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Majelis Taklim Al-Hidayah, serta kelompok pengajian se-Kelurahan Bangkuang.
Bagi masyarakat, Salat Istisqa bukan sekadar ritual di tengah musim kemarau. Ia menjadi simbol kerendahan hati manusia di hadapan kebesaran Allah SWT, sebuah ikhtiar spiritual ketika kemampuan manusia menghadapi alam memiliki batas.
Camat Karau Kuala, Adriansyah, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa lahir dari kepedulian dan keprihatinan seluruh elemen masyarakat terhadap kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Menurutnya, lebih dari satu bulan Kecamatan Karau Kuala dan wilayah Kabupaten Barito Selatan secara umum belum mendapatkan hujan yang memadai. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh elemen pemerintahan, TNI dan Polri, tokoh agama, organisasi keagamaan, serta masyarakat, kita dapat bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa ini,” ujar Adriansyah.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus ikhtiar bersama sebagai umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT.
“Salat Istisqa ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan rahmat Allah SWT berupa hujan yang membawa manfaat dan keberkahan kepada seluruh makhluk di muka bumi,” tuturnya.
Adriansyah berharap doa yang dipanjatkan ribuan jamaah menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT sehingga hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Semoga ikhtiar dan doa kita diijabah oleh Allah SWT dengan segera menurunkan hujan yang memberi manfaat dan keberkahan serta menjauhkan Kabupaten Barito Selatan dari segala bentuk bala dan bencana,” harapnya.
Dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut, Kepala KUA Kecamatan Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, bertindak sebagai imam. M. Dedi Setiawan menjadi khatib, sedangkan Ustaz Jailani bertugas sebagai bilal.
Ribuan jamaah mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Tidak ada yang lebih mereka harapkan selain turunnya hujan yang membawa rahmat membasahi tanah yang mengering, menghidupkan kembali sumber-sumber air, menyegarkan tanaman, sekaligus meredakan ancaman kebakaran yang mengintai di tengah musim kemarau.
Pagi itu, Lapangan Bola Bangkuang seolah menjadi ruang terbuka tempat manusia mengakui keterbatasannya. Setelah ikhtiar lahiriah dilakukan melalui kesiapsiagaan menghadapi bencana, masyarakat melengkapinya dengan ikhtiar batin: berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.Sebab, bagi mereka, hujan bukan sekadar jatuhnya air dari langit. Ia adalah rahmat yang menghidupkan, rezeki yang mengalir, dan tanda kebesaran Allah SWT yang dinantikan dengan penuh harap.
Di tengah kemarau yang panjang, Bangkuang pun mengetuk pintu langit dengan doa yang sama, semoga hujan segera turun, membawa keberkahan, dan Barito Selatan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.(red/j)
