Silaturahmi Lintas Negara, Keturunan Banjar Malaysia Pulang Menapak Jejak Leluhur di Martapura

Martapura, Habarkalimantantengah.com - Kerinduan terhadap tanah leluhur kembali mempertemukan masyarakat Banjar lintas negara. Sebanyak 33 keturunan Banjar asal Malaysia menginjakkan kaki di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (2/8/2026), dalam sebuah perjalanan yang tidak hanya bernilai wisata, tetapi juga sarat makna sejarah, silaturahmi, dan pelestarian identitas budaya.

Bagi rombongan, kunjungan ke Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) bukan sekadar menikmati destinasi wisata belanja yang tersohor dengan batu permata, perhiasan, dan kerajinan khas Banjar. Perjalanan itu menjadi momen menelusuri jejak leluhur, mengenang akar sejarah keluarga, sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan yang tetap terjalin meski dipisahkan oleh batas negara.

Rombongan turut diikuti sejumlah tokoh dan pelaku usaha asal Malaysia, di antaranya pengusaha Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), H. Mazlan, serta pengusaha energi surya, Datuk Muhammad Guntur. Kehadiran mereka mencerminkan bahwa diaspora Banjar di Malaysia tidak hanya menjaga hubungan emosional dengan kampung halaman para leluhur, tetapi juga berpotensi menjadi jembatan bagi penguatan kerja sama di bidang pariwisata, ekonomi, dan investasi.

Muhammad Randy Rafsanjani, salah seorang kerabat Silaturahmi Banjar, mengatakan hubungan masyarakat Banjar di Malaysia dengan Kalimantan Selatan tidak pernah terputus oleh waktu. Ikatan kekeluargaan yang diwariskan dari generasi ke generasi terus dipelihara melalui kunjungan, silaturahmi, dan berbagai kegiatan budaya.

Menurut Randy, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Banjar dalam beberapa waktu terakhir turut didukung oleh dibukanya rute penerbangan langsung AirAsia menuju Kalimantan Selatan. Kemudahan akses tersebut membuat perjalanan dari Malaysia menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga semakin banyak diaspora Banjar maupun wisatawan asing yang terdorong untuk mengunjungi tanah leluhur mereka.

"Momentum ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata, perdagangan, serta mempererat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antara masyarakat Banjar di Indonesia dan Malaysia," ujarnya.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, Perumda Pasar Bauntung Batuah Martapura melalui personel Trantib terus melakukan pengamanan, pengawasan, dan pengaturan di kawasan Pertokoan Cahaya Bumi Selamat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas wisata berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Komitmen pelayanan itu menjadi bagian dari upaya menjadikan Martapura bukan hanya sebagai pusat perdagangan batu mulia yang telah dikenal luas, tetapi juga sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman budaya dan sejarah bagi para pengunjung, khususnya diaspora Banjar yang kembali menapaki jejak leluhurnya.

Kunjungan rombongan keturunan Banjar dari Malaysia ini menjadi gambaran bahwa hubungan sejarah tidak pernah benar-benar berakhir. Sebaliknya, ia terus hidup melalui silaturahmi, perjalanan pulang ke kampung halaman, dan kebanggaan terhadap warisan budaya yang menyatukan masyarakat Banjar di dua negara. Di sisi lain, geliat tersebut juga membuka peluang besar bagi Kabupaten Banjar untuk semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan belanja bertaraf internasional.(red/f)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال