Sampit, Habarkalimantantengah.com - Suasana di Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak diliputi kepanikan setelah seorang anak berusia 7 tahun dilaporkan hanyut terbawa arus sungai, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban yang diketahui berinisial ADP (7) itu dilaporkan hanyut saat berenang bersama seorang anak lainnya, RBP (9), di aliran sungai yang berada di wilayah Desa Tumbang Sangai.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui ketika seorang warga berinisial MF melihat korban dari arah jendela rumahnya. Saat itu, korban tampak terbawa arus sambil meminta pertolongan.
Namun, derasnya arus membuat korban kemudian hilang dari pandangan dan hingga kini belum ditemukan.
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Plt. Kasi Humas Polres Kotim Iptu Edi Walujo membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Setelah menerima informasi, personel Polsek Antang Kalang bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pencarian," kata Iptu Edi.
Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan personel kepolisian, unsur terkait, serta masyarakat setempat. Petugas menyisir aliran sungai dan area di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Hingga berita ini ditulis, ADP masih belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.
Polres Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain atau beraktivitas di sekitar sungai.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan, mengingat kondisi arus sungai dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang berenang tanpa pengawasan orang dewasa.(red/f)
