Kabut Asap Mulai Selimuti Sampit, Warga Khawatir Dampak Karhutla Kian Meluas

Sampit, Habarkalimantantengah.com - Kabut asap mulai menyelimuti sebagian wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), seiring meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa hari terakhir. Aroma asap yang cukup menyengat mulai tercium di kawasan Kelurahan Baamang Hilir pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 21.10 WIB.

Fenomena tersebut menjadi sinyal bahwa dampak karhutla kini tidak lagi hanya dirasakan di sekitar lokasi kebakaran, tetapi mulai menjangkau kawasan permukiman warga. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan potensi gangguan kesehatan masyarakat apabila kebakaran belum berhasil dikendalikan.

Setelah sepekan terakhir menghadapi peningkatan kejadian karhutla yang cukup masif, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akhirnya menetapkan status Siaga Karhutla sebagai langkah memperkuat upaya penanganan dan mitigasi di lapangan.

Dampak kabut asap mulai dirasakan masyarakat. Abdullah (33), seorang buruh lepas yang tinggal di Kelurahan Baamang Hilir, mengaku khawatir kondisi tersebut akan terus memburuk.

"Asapnya sudah mulai terasa. Adanya bau asap ini, takutnya nanti bisa mengganggu kesehatan masyarakat, apalagi anak-anak dan lansia," ujarnya kepada habarkalimantantengah.com.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aroma asap mulai menyelimuti sejumlah titik di kawasan Baamang Hilir. Sebagian warga terlihat mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap.

Di sisi lain, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur relawan terus mengintensifkan patroli dan pemadaman di sejumlah titik rawan. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan berupa karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar, sulit dipadamkan hingga ke lapisan bawah tanah, serta kondisi cuaca panas yang mempercepat penyebaran api.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau petugas apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih terdampak kabut asap.(red/f)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال