Waspada Gigitan Nyamuk, Puskesmas Bangkuang Edukasi Masyarakat Cegah Tiga Penyakit Berbahaya dengan 3M Plus

Buntok, Habarkalimantantengah.com - Gigitan nyamuk sering dianggap sepele. Padahal, serangga kecil ini dapat menjadi penyebab berbagai penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat. Karena itu, UPT Puskesmas Bangkuang terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat.

Kepala UPT Puskesmas Bangkuang, Charitya Thishonda, Rabu (17/6/2026), mengingatkan masyarakat untuk mengenali dan mencegah tiga penyakit utama yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan chikungunya.

“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit akibat gigitan nyamuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi yang datang mendadak, nyeri otot dan sendi, serta pada kondisi tertentu dapat menyebabkan perdarahan. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang cepat dan membahayakan jika terlambat ditangani.

Sementara itu, malaria biasanya ditandai dengan gejala demam yang datang berulang, menggigil, dan tubuh terasa lemas akibat infeksi parasit dalam darah.
Adapun chikungunya sering menimbulkan demam disertai nyeri sendi hebat, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bergerak dan beraktivitas sehari-hari.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Puskesmas Bangkuang mengajak masyarakat membiasakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, di antaranya menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, terdapat langkah pencegahan tambahan atau Plus, antara lain menggunakan lotion atau obat anti nyamuk, memasang kelambu dan kasa nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat istirahat nyamuk.

Menurut Charitya, upaya pemberantasan sarang nyamuk tidak bisa dilakukan oleh petugas kesehatan semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

“Lingkungan yang bersih dan bebas genangan air merupakan kunci utama memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Jika dilakukan bersama-sama, risiko penularan penyakit dapat ditekan,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, menggigil, atau nyeri sendi berkepanjangan.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, UPT Puskesmas Bangkuang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyakit akibat gigitan nyamuk.

“Jangan beri nyamuk kesempatan untuk berkembang biak. Lindungi diri dan keluarga, mulai dari lingkungan sekitar,” tutupnya.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال