Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Jelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 di Semarang yang akan digelar 23–28 Juli 2026, Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Palangka Raya memasuki fase “uji nyata” terakhir bagi para lifter mudanya.
Di titik ini, setiap kilogram angkatan bukan lagi sekadar angka latihan, melainkan penentu siapa yang benar-benar siap membawa nama Kalimantan Tengah di panggung nasional.
Ketegangan persaingan mulai terasa dari dalam sasana latihan. Pada Jumat (5/6/2026), PABSI Kota Palangka Raya menggelar progress test angkatan, sebuah evaluasi ketat yang menjadi cermin jujur kemampuan atlet setelah berbulan-bulan ditempa dalam program pembinaan intensif.
Tes ini bukan sekadar formalitas. Setiap angkatan yang tercatat menjadi bahan evaluasi menyeluruh, mulai dari kekuatan eksplosif, ketepatan teknik, hingga mental bertanding di bawah tekanan. Di balik barbel yang terangkat, tersimpan pertaruhan besar, yakni tiket menuju Kejurnas dan kesempatan mengharumkan daerah.
Pelatih pendamping PABSI Kota Palangka Raya, Al Gani, menegaskan bahwa hasil progress test ini menjadi “alarm evaluasi” bagi tim pelatih untuk melihat siapa yang sudah berada di jalur performa ideal, dan siapa yang harus bekerja ekstra keras di sisa waktu yang sangat terbatas.
“Tes ini menunjukkan fakta sebenarnya dari proses latihan. Masih ada atlet yang belum mencapai target, tapi itu bukan akhir. Mereka hanya punya waktu sekitar satu bulan untuk membalikkan keadaan,” ujarnya tegas.
Ia menyebut, setiap atlet memiliki standar angkatan berbeda sesuai kelas dan kategori. Namun di level ini, tidak ada ruang untuk stagnasi. Semua harus naik atau tertinggal.
Fase satu bulan menuju Kejurnas kini disebut sebagai masa paling menentukan. Program latihan dipadatkan dengan fokus pada ledakan kekuatan maksimal, penyempurnaan teknik angkatan, dan penguatan mental bertanding agar tidak runtuh di bawah tekanan kompetisi nasional.
“Di fase ini tidak ada lagi latihan biasa. Yang ada hanya peningkatan performa. Kami ingin saat mereka berdiri di platform Kejurnas nanti, yang muncul adalah hasil kerja keras tanpa kompromi,” tegas Al Gani.
Sementara itu, Ketua PABSI Kota Palangka Raya, Mira Yulistiana, menegaskan bahwa progress test ini merupakan bagian dari standar pembinaan modern yang menuntut transparansi capaian atlet secara objektif.
Menurutnya, dari empat atlet yang dipersiapkan, seluruhnya harus mampu memenuhi target yang telah ditetapkan sebagai syarat mutlak keberangkatan ke Semarang.
“Ini bukan sekadar seleksi, tapi pembuktian. Kalau hari ini belum mencapai target, maka satu bulan ke depan adalah kesempatan terakhir untuk memastikan mereka layak tampil di Kejurnas,” ujarnya.
Mira menambahkan, Kejurnas Remaja dan Junior 2026 bukan hanya soal medali, tetapi juga medan pembentukan karakter atlet masa depan Kalimantan Tengah yang harus siap bersaing di level lebih tinggi, bahkan nasional senior di masa depan.
Di balik kerasnya latihan dan ketatnya evaluasi, PABSI Palangka Raya menyimpan satu keyakinan besar bahwa tekanan hari ini adalah bahan bakar lahirnya prestasi esok hari.(red/j)
