Kuala Kapuas, Habarkalimantantengah.com - Harapan keluarga yang sempat diselimuti kecemasan akhirnya berujung lega. Dua pemuda yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan hutan Desa Bagugus, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (5/6/2026) dini hari.
Kedua korban, Aditya Pranata (20) dan Arya Sama (20), sebelumnya masuk ke kawasan hutan untuk berburu pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun hingga malam berganti, keduanya tak kunjung kembali ke rumah, memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar.
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh keluarga bersama masyarakat setempat, namun hasilnya nihil. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya, yang segera merespons dengan mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian.
Operasi pencarian berlangsung dalam tekanan medan yang tidak mudah.
Tim gabungan yang terdiri dari Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Polsek Mantangai, pemerintah desa, keluarga korban, dan masyarakat setempat menyisir area hutan yang diduga menjadi jalur pergerakan korban.
Untuk memperluas jangkauan, tim juga mengoperasikan drone guna memantau dari udara.
Namun, tantangan di lapangan tidak ringan: kontur hutan yang rapat, akses yang sulit, serta keterbatasan jaringan komunikasi akibat blank spot, menjadi hambatan serius dalam proses pencarian.
Meski demikian, upaya yang dilakukan secara berlapis akhirnya membuahkan hasil. Kedua pemuda tersebut ditemukan pada dini hari dalam kondisi selamat, setelah diduga tersesat di dalam hutan.
“Alhamdulillah, dini hari tadi kedua korban sudah ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Kapolsek Mantangai, Ipda Jonika Duha, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat siang.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi cepat dan solid seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian sejak awal laporan diterima.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, sebelumnya juga menegaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan seluruh kekuatan untuk menyisir titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan saat beraktivitas di kawasan hutan, terutama dengan memastikan kesiapan perlengkapan, membawa alat komunikasi yang memadai, serta melaporkan rencana perjalanan kepada pihak keluarga maupun aparat setempat sebelum memasuki wilayah rawan tersesat.(red/j)
