Buntok, Habarkalimantantengah.com - Tiga dekade lebih mengabdi untuk pelayanan kesehatan masyarakat akhirnya ditutup dengan suasana haru di Aula UPT Puskesmas Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Sabtu (9/5/2026).
UPT Puskesmas Bangkuang secara resmi melepas salah satu perawat senior terbaiknya, Imam Subali, yang memasuki masa purna tugas setelah 32 tahun mengabdi tanpa henti di dunia kesehatan.
Perpisahan yang berlangsung sederhana itu berubah menjadi momen penuh emosional ketika jajaran tenaga kesehatan, pegawai puskesmas, hingga rekan kerja mengenang perjalanan panjang pengabdian Imam Subali yang dinilai telah menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Karau Kuala.
Kepala UPT Puskesmas Bangkuang, Charitya Thisonda, menyampaikan penghormatan dan apresiasi mendalam atas loyalitas, dedikasi, serta keteladanan yang ditunjukkan Imam Subali selama bertugas.
“Beliau bukan hanya seorang perawat, tetapi juga sosok panutan yang telah memberikan pengabdian luar biasa bagi masyarakat dan keluarga besar Puskesmas Bangkuang. Terima kasih atas semua dedikasi yang telah diberikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Imam Subali resmi memasuki masa pensiun terhitung sejak 1 Mei 2026. Selama puluhan tahun bertugas, Imam dikenal sebagai pribadi yang disiplin, rendah hati, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pasien maupun sesama tenaga kesehatan.
Bagi banyak pegawai, sosok Imam Subali bukan sekadar rekan kerja, melainkan figur yang ikut membentuk budaya pelayanan humanis di lingkungan puskesmas.
Sementara itu, Imam Subali mengaku bersyukur dapat menuntaskan pengabdiannya dengan penuh kebanggaan bersama keluarga besar Puskesmas Bangkuang.Ia menyampaikan pesan agar seluruh tenaga kesehatan tetap menjaga semangat pengabdian dan keikhlasan dalam melayani masyarakat.
“Jabatan dan masa tugas bisa berakhir, tetapi pengabdian kepada masyarakat harus tetap hidup. Layani masyarakat dengan hati, karena kesehatan adalah kebutuhan dasar yang sangat penting,” pesannya.
Momen perpisahan tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata, doa bersama, dan sesi foto penuh kehangatan yang menjadi simbol penghormatan atas perjalanan panjang seorang tenaga kesehatan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya demi pelayanan masyarakat.(red/j)
