Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com - Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924/Uria Mapas, Mayor Inf Wahyu Hariatmoko, menegaskan secara tegas bahwa kehadiran Yonif TP 924 di Kabupaten Barito Timur bukan sekadar menjalankan tugas pertahanan, melainkan harus menjadi bagian yang menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara penyambutan Yonif TP 924/Uria Mapas di wilayah Kabupaten Bartim yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bartim, Senin (16/3/2026).
Di hadapan para prajurit dan unsur pemerintah daerah, Wahyu Hariatmoko menekankan bahwa seluruh personel Yonif TP 924 wajib memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta ikut mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Keberadaan Batalyon Infanteri TP 924 beserta seluruh anggotanya di Barito Timur harus menjadi bagian dari masyarakat. Bersama seluruh komponen daerah, kami siap mengambil peran penting dalam upaya memajukan, menyejahterakan, dan memakmurkan masyarakat Barito Timur,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para prajurit agar memegang teguh nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bartim.
Menurutnya, falsafah Rumah Betang harus menjadi pedoman dalam membangun kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong.
“Berpedomanlah pada falsafah Rumah Betang, yaitu hidup berdampingan secara rukun, menjunjung tinggi kekeluargaan, serta bersatu dalam tujuan membangun masa depan Barito Timur yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyu Hariatmoko menekankan pentingnya sikap hormat terhadap adat dan budaya masyarakat setempat. Ia meminta seluruh prajurit memegang teguh prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
“Artinya kita harus hidup berdampingan, saling menghormati, menghargai adat istiadat, serta menaati budaya lokal. Dengan sikap itu, kehadiran Yonif TP 924 akan diterima dan dicintai masyarakat Barito Timur,” katanya.
Kehadiran Yonif TP 924/Uria Mapas di Bartim diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.(red)
