Buntok, Habarkalimantantengah.com - Malam Idulfitri 1447 Hijriah di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, menjelma menjadi panggung agung syiar Islam yang memadukan kekhidmatan dan kemegahan tradisi, Jumat (20/3/2026).
Di bawah langit yang bergemuruh oleh lantunan takbir, masyarakat larut dalam euforia religius yang tak sekadar merayakan kemenangan, tetapi juga merawat warisan budaya yang hidup dari generasi ke generasi.
Di tengah atmosfer yang sarat makna itu, Kelompok Langgar Darul Islamiah tampil dominan dan berhasil mengunci gelar juara umum. Penampilan mereka dinilai paling utuh, memadukan harmoni suara takbir, kekompakan barisan, serta kekuatan visual dekorasi yang memikat perhatian sejak awal hingga akhir arak-arakan.
Persaingan berlangsung ketat dan penuh warna. Langgar Darussalam menempati posisi kedua dengan performa yang solid dan penuh energi, disusul Masjid Hidayatussalikin di peringkat ketiga yang menonjolkan kekuatan musikal dan kekompakan. Sementara itu, Langgar Nurul Islam melengkapi posisi empat besar dengan penampilan yang tak kalah memukau.
Apresiasi tidak berhenti pada juara utama. Langgar Nurul Iman dinobatkan sebagai peraih dekorasi terbaik berkat kreativitas visual yang kuat dan detail artistik yang mencerminkan semangat Idulfitri. Adapun kategori busana terbaik berhasil diraih Langgar Nurul Islam, yang tampil elegan dengan keserasian kostum yang memperkuat identitas kelompok.
Seluruh pemenang menerima trofi dan uang pembinaan. Bahkan, panitia memberikan apresiasi serupa dalam bentuk uang pembinaan kepada peserta non-juara, sebuah langkah yang menegaskan bahwa semangat partisipasi dan kebersamaan lebih utama dari sekadar kemenangan.
Camat Karau Kuala, Adriansyah, menilai lomba takbiran ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan representasi nyata dari kekuatan sosial masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.
“Ini adalah wujud syiar yang hidup. Takbiran bukan sekadar gema suara, tetapi juga gema kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap tradisi,” ujarnya seusai penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
Kegiatan ini terselenggara melalui sinergi antara Pemerintah Kecamatan Karau Kuala, Kelurahan Bangkuang, MUI, dan KNPI Karau Kuala, kolaborasi yang memperlihatkan bagaimana elemen pemerintahan dan masyarakat dapat berjalan seiring dalam merawat denyut kehidupan sosial-religius.(jky)
