Kuala Kapuas, Habarkalimantantengah.com - Di tengah kehangatan Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, Ruang Serbaguna SMK Maharati menjadi saksi pertemuan yang lebih dari sekadar agenda silaturahmi, Jumat (13/3/2026). Di tempat itu, dunia industri dan dunia pendidikan dipertemukan dalam satu panggung kolaborasi yang membawa pesan besar, yaitu menyiapkan generasi muda yang tangguh, terampil, dan siap menatap masa depan.
Melalui kegiatan Safari Ramadan 2026, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama PT Tuah Turangga Agung (TTA) Group kembali menegaskan komitmen mereka dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual di bulan suci, tetapi juga simbol kuat sinergi antara sektor industri dan lembaga pendidikan dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi perusahaan menjadi penanda keseriusan komitmen tersebut. President Director PT Pamapersada Nusantara dan PT Tuah Turangga Agung Group, Hendra Hutahean, hadir langsung bersama sejumlah pimpinan perusahaan lainnya, di antaranya Chinthya Theresa AM (Director PAMA sekaligus Vice President Director PT EPN), Arianto Sasono (Director TTA serta President Director PT SMM, PT TOP, dan PT ABP), M. Iqbal Habibi (Director PT TOP), Bambang Herlambang (Director PT TOP), Eko Susanto (Director PT ABB), Rapinis Mutiara (Director PT SMM), Tutut Rahendro (Director PT KPP), serta Eko Harry Ariadin (Director PT EPN).
Kehadiran para pemimpin industri tersebut menjadi pesan yang jelas bahwa pembangunan pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, tidak dapat dilepaskan dari peran aktif dunia usaha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Bina Harati PAMA, Honorius Loster Sihaloho, Kepala SMK Maharati Aris Dianto, jajaran tamu dari Head Office, para pimpinan entitas site MCIP, serta keluarga besar Yayasan Bina Harati PAMA dan SMK Maharati.
Dalam sambutannya, Honorius Loster Sihaloho menegaskan bahwa dukungan dunia industri menjadi elemen penting dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Ia mengapresiasi kontribusi berbagai entitas perusahaan yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap pengembangan SMK Maharati melalui Yayasan Bina Harati PAMA.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dunia industri menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, dalam arahannya, Hendra Hutahean memberikan pesan inspiratif kepada para siswa untuk menumbuhkan semangat belajar serta keberanian menatap masa depan.
Menurutnya, pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan integritas.
Ia juga mengajak seluruh entitas di lingkungan PAMA dan TTA Group untuk terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan SMK Maharati sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Lebih dari itu, Hendra menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang memiliki tekad untuk terus melangkah maju, baik dengan melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun meniti jalan kewirausahaan setelah lulus dari SMK Maharati.
Suasana Safari Ramadan semakin bermakna dengan sejumlah agenda simbolis yang mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan. Di antaranya penyerahan simbolis serah terima aset serta pemberian santunan kepada para siswa.
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi generasi muda.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sesungguhnya sedang dipersiapkan hari ini di ruang-ruang kelas, di tangan para siswa yang sedang belajar, dan melalui kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan industri.
Safari Ramadan PAMA dan TTA Group di SMK Maharati pun menjadi gambaran bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Ia lahir dari sinergi yang kuat antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat, demi melahirkan generasi yang siap membawa Indonesia melangkah lebih jauh ke masa depan.(red)
