Buntok, Habarkalimantantengah.com - Di tengah khidmat bulan suci Ramadan, Polsek Karau Kuala menunjukkan wajah kepolisian yang tegas sekaligus membumi. Tidak berjarak, tidak seremonial.
Aparat turun langsung menyapa warga, berdiskusi dari hati ke hati, dan menguatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan sambang warga digencarkan sebagai strategi pencegahan dini. Dialog santai dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi, membaca potensi gangguan, sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas secara lugas dan mudah dipahami. Pendekatan ini menegaskan bahwa keamanan bukan sekadar penindakan, melainkan hasil dari kepercayaan dan partisipasi bersama.
Ketegasan itu diperkuat dengan patroli rutin yang konsisten demi memastikan rasa aman tetap terjaga. Di saat yang sama, sentuhan kemanusiaan hadir melalui pembagian takjil gratis kepada warga yang melintas di sekitar Mapolsek, sebuah pesan kuat bahwa polisi hadir melayani, bukan sekadar mengawasi.
Kapolsek Karau Kuala, AKP Budi Susanto, menekankan bahwa stabilitas kamtibmas hanya akan kokoh bila dibangun bersama.
“Keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak masyarakat untuk peduli, berani menjaga lingkungannya, dan tidak memberi ruang bagi provokasi,” tegasnya, Senin (2/3/2026).
Ia juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan media sosial. Setiap informasi, kata dia, wajib diverifikasi sebelum dibagikan. Saring sebelum sharing bukan sekadar imbauan, melainkan keharusan moral agar ruang digital tidak menjadi sumber kegaduhan yang merusak persatuan.(jky)
