Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com - Kehadiran Gubernur Agustiar Sabran menjadi pusat perhatian dalam forum silaturahmi dan buka puasa bersama yang diselenggarakan Partai Gerindra tingkat provinsi, Minggu (22/2/2026) sore. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi ajang kebersamaan Ramadan, tetapi juga panggung konsolidasi moral dan politik pembangunan Kalimantan Tengah di hadapan para pemangku kepentingan daerah.
Acara yang berlangsung di kantor DPD Partai Gerindra itu dihadiri Wakil Gubernur Edi Pratowo, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta jajaran elite partai.
Ketua DPD Gerindra Kalteng, Iwan Kurniawan, menilai forum silaturahmi seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus mempererat komunikasi lintas sektor.Ia menyampaikan optimisme bahwa momentum Ramadan dapat menjadi energi kolektif untuk memperluas manfaat politik yang berorientasi pada kesejahteraan publik.
Sorotan utama tertuju pada pidato Gubernur Agustiar yang tampil dengan narasi kepemimpinan berorientasi kinerja. Ia menegaskan bahwa dukungan politik yang diperoleh pada kontestasi Pilkada harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terukur dan berdampak.
“Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan semua pihak. Sinergi ini harus kita jaga sebagai kekuatan bersama untuk membangun daerah,” ujar Agustiar dengan nada tegas.
Ia menekankan dua prioritas utama pemerintahannya, di antaranya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah serta efisiensi belanja publik sebagai instrumen memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Menurutnya, disiplin anggaran dan peningkatan pendapatan merupakan fondasi penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen kepemimpinan yang tetap berpijak pada kedekatan dengan masyarakat.
“Kami akan tetap seperti dulu, yakni merakyat, terbuka, dan bekerja sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Forum kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat namun sarat makna strategis. Selain mempererat relasi sosial, pertemuan itu memperlihatkan sinyal kuat konsolidasi antara pemerintah daerah, kekuatan politik, dan elemen masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan provinsi secara terpadu dan berkesinambungan.(red)
