Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com — Di balik deru lalu lintas Jalan RTA Milono Km 5, Palangka Raya, ada kisah sunyi tentang perjuangan hidup yang nyaris tak terdengar. Di sanalah Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT) kembali mengetuk pintu kemanusiaan.
Senin (26/1/2026), relawan menyambangi rumah Saidah (30), perempuan penyandang disabilitas sejak lahir, yang kini harus menghadapi ujian hidup berlapis.
Kunjungan itu bermula dari laporan warga yang sampai ke telinga Ketua Relawan HKT, Dwi Sugiarto. Warga mengabarkan kondisi Juwariyah (58), ibu Saidah, yang jatuh sakit dan tak lagi mampu bekerja. Situasi itu membuat keluarga kecil ini berada di titik paling rapuh, yaitu tanpa penghasilan tetap, sementara kebutuhan hidup tak bisa ditunda.
Tanpa menunggu lama, HKT bergerak. Relawan datang membawa bantuan sembako dan uang tunai, bukan sekadar paket bantuan, tetapi simbol kehadiran dan kepedulian di tengah keterbatasan.
Dwi Sugiarto menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan tak boleh berhenti pada empati di media sosial. Menurutnya, kepedulian sejati harus hadir langsung di lapangan, menyapa mereka yang terpinggirkan dan nyaris luput dari perhatian.
“Kami tidak ingin kemanusiaan hanya menjadi slogan. Ketika ada warga yang jatuh dan tidak lagi punya pegangan, di situlah relawan harus hadir. Saidah dan ibunya adalah pengingat bahwa masih banyak warga yang bertahan dalam diam,” kata pria yang akrab disapa Sugie itu.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup, namun diharapkan dapat menjadi penopang sementara sekaligus peneguh bahwa mereka tidak sendirian.
Nada serupa disampaikan Sekretaris HKT, Ferawati Agustin. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang relawan untuk terus mendampingi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas dan keluarga prasejahtera.
“Kemanusiaan tidak mengenal waktu dan momentum. Selama masih ada warga yang membutuhkan, HKT akan tetap berjalan. Kami percaya, perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian kecil yang konsisten,” ujarnya.
Saidah sendiri bukan nama asing bagi Relawan HKT. Sejak awal berdiri, pada 2021 silam, HKT telah menjadikan Saidah sebagai salah satu penerima pendampingan kemanusiaan.Kunjungan kali ini menegaskan satu hal, yakni kepedulian HKT bukan aksi sesaat, melainkan ikatan kemanusiaan yang terus dirawat dari waktu ke waktu.
Di tengah sakit, keterbatasan, dan sunyinya perjuangan hidup, kehadiran Relawan HKT menjadi bukti bahwa harapan tak pernah benar-benar padam, selama masih ada tangan-tangan yang mau mengetuk pintu dan hati yang mau peduli.(jky)
