Prosesi tabur bunga menjadi simbol penghormatan dan doa bagi para pejuang yang gugur mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di wilayah Kobar.
Upacara dipimpin langsung Bupati Kobar Hj Nurhidayah, didampingi Wakil Bupati Suyanto, serta diikuti unsur TNI–Polri, ASN, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Bupati Nurhidayah menegaskan bahwa Pertempuran 14 Januari 1946 merupakan bagian penting dari sejarah nasional.
“Peristiwa ini menjadi bukti nyata kontribusi masyarakat Kotawaringin Barat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia berharap semangat patriotisme para pahlawan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda sebagai nilai keteladanan.
Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Penerus Perjuangan (AMPP) Kumai, Chaidir, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dirangkai melalui sejumlah kegiatan, mulai dari pemilihan Ketua AMPP periode 2025–2030, napak tilas dari Istana Kuning Pangkalan Bun ke Lapangan Senggora Kumai, hingga karnaval perjuangan.
“Karnaval perjuangan yang digelar Selasa (13/1/2026) mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Kumai,” ujarnya.
Menurut Chaidir, puncak peringatan pada 14 Januari diisi dengan upacara, tabur bunga, dan tahlilan sebagai refleksi atas perjuangan para pahlawan.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat agar nilai-nilai perjuangan terus dijaga dan diamalkan,” pungkasnya.(red/rhd)
