Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com – Rencana Sekolah Golden School menggelar kegiatan Building Leadership & Character (BLC) di Resort Pantai Angsana, Kalimantan Selatan, pada 11–13 Februari 2026, menjadi sorotan serius para orang tua siswa. Isu keselamatan mencuat ke permukaan, seiring cuaca ekstrem dan anomali iklim yang masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Kekhawatiran wali murid kian menguat setelah Pemerintah Kota Palangka Raya mengeluarkan imbauan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, hingga risiko banjir.
Sejumlah orang tua menilai, kegiatan luar sekolah yang melibatkan perjalanan lintas daerah perlu dikaji ulang secara matang demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Aspirasi tersebut bahkan sempat disampaikan langsung ke redaksi media sebagai bentuk kehati-hatian.
Menanggapi hal itu, manajemen Golden School menegaskan tidak akan bersikap gegabah. Keselamatan peserta didik, kata pihak sekolah, adalah harga mati.
Perwakilan Golden School, Mr Wan, menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh atas keamanan siswa selama kegiatan BLC berlangsung.
“Kami tidak akan menjalankan kegiatan apa pun tanpa pertimbangan keamanan yang matang. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” tegas Mr Wan, Selasa (13/1/2026).
Ia juga meluruskan polemik yang sempat muncul akibat redaksi dalam surat edaran sekolah. Frasa “tidak bertanggung jawab sepenuhnya”, kata dia, kerap disalahartikan. Penegasan tersebut hanya berlaku pada kehilangan barang pribadi milik siswa, seperti uang saku atau perhiasan, dan sama sekali tidak berkaitan dengan keselamatan fisik peserta.
Sebagai bentuk antisipasi, Golden School memastikan akan melakukan survei langsung ke lokasi kegiatan sebelum keberangkatan. Peninjauan itu meliputi pengecekan kelayakan tempat, jalur perjalanan, hingga kesiapan pengelola resort dalam menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem.
Selain itu, sekolah juga menyiapkan penerapan protokol keselamatan secara ketat, mulai dari pendampingan siswa, sistem pengawasan berlapis, hingga fleksibilitas jadwal apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman untuk beraktivitas.
Di sisi lain, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, dengan rutin memantau informasi cuaca resmi, menghindari kawasan rawan banjir, serta menjauhi instalasi listrik saat hujan deras.
Golden School menegaskan seluruh rangkaian BLC akan diselaraskan dengan imbauan pemerintah daerah tersebut. Sekolah menyatakan tidak akan memaksakan pelaksanaan agenda pendidikan jika berpotensi mengancam keselamatan siswa.
Meski dirancang sebagai program pembentukan kepemimpinan dan karakter, pelaksanaan BLC dipastikan hanya akan berjalan apabila seluruh aspek keamanan dinyatakan aman, layak, dan terkendali. Keselamatan, sekali lagi, menjadi garis merah yang tidak bisa ditawar.(jky)
