Buntok, Habarkalimantantengah.com - Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap kepastian pangan rumah tangga, bantuan sosial beras kembali disalurkan kepada keluarga penerima manfaat. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli kelompok berpenghasilan rendah.
Dalam penyaluran tersebut, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi tiga bulan. Bantuan menyasar keluarga yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 4.
Di tingkat masyarakat, bantuan pangan bukan sekadar distribusi komoditas. Bagi keluarga penerima, beras yang diterima menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kebutuhan pokok sehari-hari di tengah berbagai tekanan ekonomi rumah tangga.
Di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, tercatat 465 KPM yang menerima bantuan tersebut.
Lurah Bangkuang, M. Rifai, mengatakan sebanyak 1.407 sak beras telah diterima pihak kelurahan untuk selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai data yang telah ditetapkan.
Agar proses distribusi berjalan tertib, penyaluran dilakukan dalam dua sesi dengan pembagian berdasarkan wilayah rukun tetangga.
“Penyaluran bantuan ini kami bagi dua sesi. Hari ini bagi Keluarga Penerima Manfaat dari RT 01 sampai RT 14. Besok dari RT 15 sampai RT 27,” ujar M. Rifai, Selasa (22/9/2026).
Pola penyaluran bertahap tersebut sekaligus menjadi upaya kelurahan memastikan proses distribusi berlangsung teratur dan masyarakat penerima memperoleh haknya sesuai daftar penerima yang tersedia.
Bagi warga, bantuan tersebut memiliki arti yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sri Sumiati, salah seorang KPM di Kelurahan Bangkuang, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diterima.
Menurutnya, bantuan beras tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.
“Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami,” kata Sri Sumiati.
Penyaluran bantuan pangan di Bangkuang memperlihatkan bagaimana kebijakan perlindungan sosial diterjemahkan hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ketika bantuan tiba di tangan penerima, dukungan tersebut tidak hanya berbentuk beras, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ketahanan pangan keluarga dan meringankan beban kebutuhan sehari-hari.(red/j)
