Muara Teweh, Habarkalimantantengah.com - Api mungkin dapat dipadamkan, tetapi ancaman kebakaran hutan dan lahan belum benar-benar berakhir. Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, upaya menjaga kawasan Ruji terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
Selama hampir satu bulan, Team Kalaweit bersama ANUA, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya disebut tetap berada dalam satu barisan untuk menghadapi ancaman kebakaran. Mereka melakukan pemadaman, membangun sekat bakar, serta menjalankan patroli selama 24 jam untuk mengantisipasi pergerakan api menuju kawasan Ruji, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan Andrew Kalaweit melalui akun Instagram pribadinya yang dikutip media ini, Minggu (27/9/2026) malam.
Pria bernama lengkap Andrew Ananda Brule itu mengatakan, rangkaian upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan Ruji, yang menjadi habitat orangutan dan berbagai satwa liar lainnya, dari ancaman kebakaran.
Bagi tim di lapangan, menjaga kawasan bukan pekerjaan sesaat. Ketika musim kemarau masih panjang dan potensi kebakaran tetap menjadi perhatian, kewaspadaan harus dipertahankan dari waktu ke waktu.
“Perjuangan ini tak bisa dilakukan sendirian. Terima kasih atas setiap bantuan dan dukungan yang diberikan,” ujar Andrew dalam unggahannya.
Pesan tersebut sekaligus menggambarkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman kebakaran. Masyarakat, relawan, dan berbagai pihak di lapangan memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari pemantauan hingga upaya pengendalian api.Andrew menegaskan, patroli 24 jam akan terus dilakukan untuk menjaga kawasan Ruji tetap terlindungi selama musim kemarau.
“Perjuangan masih panjang, musim kemarau juga masih panjang. Patroli 24 jam akan terus kami lakukan untuk menjaga kawasan Ruji tetap aman dari api,” tulisnya.
Di balik patroli yang berlangsung tanpa mengenal waktu, terdapat satu tujuan yang hendak dipertahankan, yaitu memastikan kawasan hutan tetap menjadi ruang hidup bagi orangutan dan satwa liar lainnya.
Sebab, bagi kawasan yang menjadi habitat satwa, setiap kobaran api bukan sekadar persoalan yang harus dipadamkan, melainkan ancaman terhadap ekosistem yang membutuhkan waktu panjang untuk pulih.(red/j)
