Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com - Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang, penguatan pertahanan negara dinilai tidak hanya bertumpu pada kesiapan alutsista dan personel, tetapi juga pada kokohnya sinergi dengan seluruh elemen bangsa. Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar Yonif TP 924/Uria Mapas bersama insan pers dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Jumat (10/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang dialog sekaligus penegasan komitmen membangun komunikasi yang terbuka, mempererat kemitraan, serta memperkuat kolaborasi antara TNI, media massa, dan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan nasional.
Hadir dalam kegiatan itu Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, S.S.T.Han., Wakil Komandan Yonif Kapten Inf Muhammad Gufron Arif, S.T.Han., jajaran Yonif TP 924/Uria Mapas, perwakilan BAIS Kalimantan Tengah, pengurus dan anggota FKPPI, serta insan pers dari berbagai organisasi kewartawanan, di antaranya Ikatan Wartawan Online (IWO), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), dan Siber PKRI Barito Timur.
Dalam paparannya, Letkol Inf Wahyu Hariatmoko menjelaskan bahwa pembentukan batalyon baru merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan nasional seiring meningkatnya kompleksitas tantangan keamanan, baik di tingkat regional maupun global.
"Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan berada pada posisi strategis. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kemampuan pertahanan, baik dari sisi alutsista maupun personel. Kehadiran batalyon baru ini bukan untuk memiliterisasi daerah, melainkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat pertahanan sekaligus memberikan efek tangkal terhadap berbagai potensi ancaman," ujarnya.
Menurutnya, eksistensi Yonif TP 924/Uria Mapas tidak hanya diwujudkan melalui kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas pokok pertahanan negara, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap pembangunan. Hal itu diwujudkan lewat pengembangan kompi pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan yang diarahkan untuk mendukung program swasembada pangan dan energi nasional.
"Kami tidak hanya menjalankan fungsi tempur, tetapi juga berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program yang dapat mendukung pembangunan daerah," katanya.
Ia menambahkan, penempatan Yonif TP 924/Uria Mapas di Barito Timur memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan wilayah Kalimantan sekaligus menopang kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Lebih jauh, Danyon menegaskan bahwa media massa merupakan mitra strategis TNI dalam membangun kepercayaan publik, menyampaikan informasi yang objektif, serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis antara TNI dan insan pers dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan ruang publik yang kondusif.
"Media merupakan mitra strategis TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan sosial di daerah. Kami berharap sinergi dan komunikasi yang baik ini dapat terus terjalin. Kami juga mohon izin untuk menitipkan diri kepada seluruh masyarakat Bartim. Kehadiran kami di sini adalah untuk menjadi bagian dari masyarakat, menjaga keamanan, serta bersama-sama membangun daerah," tutur Letkol Inf Wahyu Hariatmoko.
Sementara itu, sambutan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Barito Timur Boy TM dibacakan oleh Ketua I PD IWO Barito Timur Muhammad Zakirin. Dalam sambutannya, PD IWO Bartim mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat kemitraan antara TNI, insan pers, dan berbagai elemen masyarakat.
"Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai wadah memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta meningkatkan sinergi antara TNI, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat," kata Muhammad Zakirin.
PD IWO Bartim berpandangan bahwa TNI dan media memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan daerah. Di satu sisi, media menjalankan fungsi kontrol sosial melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Di sisi lain, TNI menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama terselenggaranya pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui momentum tersebut, PD IWO Bartim berharap kemitraan yang telah terjalin dapat terus dipererat dan dikembangkan dalam semangat saling menghormati peran masing-masing. Sinergi yang kuat diyakini menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mempercepat kemajuan Barito Timur.
Menutup sambutannya, Muhammad Zakirin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai forum dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan kolaborasi yang produktif antara TNI, media, dan seluruh komponen masyarakat.
"Kami berharap silaturahmi dan sinergi yang terjalin hari ini dapat terus diperkuat demi mendukung kemajuan Barito Timur yang lebih baik ke depan," tutupnya.(red/j)
