Buntok, Habarkalimantantengah.com - Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian. Menyikapi kondisi tersebut, Lurah Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Iqbal, mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan guna mencegah terjadinya karhutla.
Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Sebab, sekali api membesar, dampaknya tidak hanya menghanguskan hutan dan lahan, tetapi juga mengancam keselamatan warga, menimbulkan kabut asap, merusak ekosistem, hingga mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat.
"Musim kemarau telah tiba. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Mari kita cegah karhutla sejak dini demi melindungi kampung kita," ujar H. Muhammad Iqbal, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput kering maupun semak belukar yang mudah terbakar.
Iqbal menegaskan, kepedulian setiap warga memiliki peran penting dalam memutus potensi terjadinya karhutla. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat kelurahan, pemerintah setempat, atau petugas terkait apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar dapat ditangani sebelum meluas.
"Jangan menganggap remeh api sekecil apa pun. Laporan yang cepat dan kepedulian masyarakat dapat mencegah kebakaran yang lebih besar serta menyelamatkan lingkungan dan kehidupan banyak orang," katanya.
Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terus terjaga selama musim kemarau. Dengan kebersamaan, ancaman karhutla dapat dicegah sehingga lingkungan tetap lestari, kualitas udara terjaga, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman serta nyaman.
"Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab kita semua. Mari jadikan pencegahan sebagai budaya, karena menjaga alam berarti menjaga masa depan," pungkasnya.(red/j)
