Tak Sekadar Bangunkan Sahur, Tradisi Warga Kelurahan Bangkuang Ini Sering Sabet Juara Lomba

Buntok, Habarkalimantantengah.com – Dentuman sahut-menyahut logam dan plastik memecah sunyi dini hari di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan.

Tradisi bagarakan sahur di wilayah ini bukan sekadar rutinitas Ramadan, ia berubah menjadi pertunjukan rakyat penuh energi yang membuat suasana sahur terasa seperti festival budaya jalanan.

Menjelang waktu sahur, warga sudah berjejer di tepi jalan dan teras rumah. Mereka menunggu rombongan bagarakan sahur melintas, membawa irama khas dari alat-alat sederhana, di antaranya jerigen, galon kosong, kaleng, mangkuk aluminium, hingga baling-baling kelotok. Dipukul kompak, benda-benda itu menjelma orkestrasi unik yang mengguncang suasana malam sekaligus membangunkan semangat ibadah.

Yang membuat Bangkuang berbeda, tradisi ini digarap serius layaknya seni pertunjukan. Tak heran, mereka kerap menyabet juara dalam lomba tingkat daerah, bahkan sampai ke Kabupaten Barito Timur dan provinsi tetangga Kalimantan Selatan.

Asnan, penggerak sekaligus “nahkoda” salah satu kelompok, menegaskan tradisi ini adalah identitas yang harus dijaga.

“Ini bukan cuma bangunin orang sahur. Ini kebanggaan kampung. Kalau kami berhenti, hilang satu warna Ramadan di sini,” tegasnya, Kamis (19/2/2026).

Senada, warga lainnya, Ahim, menyebut bagarakan sahur sebagai magnet kebersamaan.
“Setiap Ramadan kami tunggu momen ini. Anak muda jadi kompak, orang tua ikut semangat,” ujarnya.

Di tengah gempuran hiburan digital dan budaya instan, dentuman bagarakan sahur di Bangkuang seakan menantang zaman, yakni tradisi lokal tak hanya bertahan, tetapi tampil berani, meriah, dan membuktikan bahwa semangat Ramadan paling terasa justru dari suara rakyat sendiri.(jky)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال