Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com – Jaringan narkoba lintas provinsi kembali dipukul telak aparat. Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) membongkar upaya penyelundupan narkotika skala besar yang diduga kuat melibatkan sindikat terorganisir, memanfaatkan jalur rawan perbatasan Kalimantan Barat–Kalteng sebagai koridor distribusi barang haram.
Dalam operasi ini, polisi menyita puluhan kilogram sabu dan belasan ribu butir ekstasi, jumlah yang dinilai cukup untuk merusak masa depan puluhan ribu orang.
Pengungkapan brutal terhadap jaringan ini disampaikan langsung Kapolda Kalteng, Irjen Iwan Kurniawan dalam konferensi pers di Mapolda Kalteng, Rabu (18/2/2026), disaksikan unsur Forkopimda dan pimpinan instansi strategis daerah. Hadir pula Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Pangdam XII/Tanjungpura, Kajati Kalteng, Kabinda, serta Kepala BNN Provinsi Kalteng.
Kapolda membeberkan, pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai rencana pengiriman narkotika dalam jumlah besar yang akan “menembus” Kalteng melalui Jalan Trans Kalimantan, jalur strategis yang kerap dimanfaatkan sindikat narkoba untuk mengelabui aparat.
Tim gabungan dari Polres Lamandau dan Polsek Delang kemudian disiagakan penuh, penyelidikan dilakukan secara senyap, terukur, dan berlapis.
“Pada 10 Februari sekitar pukul 02.30 WIB, petugas mencurigai satu unit Toyota Raize warna merah. Saat akan dihentikan, kendaraan justru memacu kecepatan tinggi dan mencoba kabur,” ungkap Kapolda.
Aksi kejar-kejaran pun berubah menjadi perburuan di jalur hutan Trans Kalimantan. Terdesak, dua orang di dalam mobil nekat membuka pintu dan melompat, mencoba menyelamatkan diri ke dalam hutan gelap.
Upaya putus asa itu sia-sia, petugas berhasil memburu dan membekuk keduanya tanpa kompromi.
Barang bukti lain turut diamankan, mulai dari uang tunai Rp4,4 juta, dua unit telepon genggam, hingga mobil Toyota Raize merah yang dijadikan “kuda troya” pengangkut narkotika.
Dua pelaku berinisial ME dan HR resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke tahanan. Polisi menegaskan, mereka bukan pemain tunggal, melainkan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi yang terstruktur.
Kapolda menegaskan perang belum usai. Aparat tidak akan berhenti pada kurir lapangan.
“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, termasuk backup dari Polda, untuk membongkar jaringan ini sampai ke atas. Bandar, pengendali, dan penyuplai akan kami kejar tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi sindikat narkoba bahwa Kalteng bukan wilayah aman. Aparat menegaskan komitmen perang total terhadap narkotika, demi memutus mata rantai kejahatan yang mengancam generasi dan merusak sendi-sendi bangsa.(jky)
