Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com – Pemerintah Kabupaten Barito Timur tak ingin Gerakan Pramuka sekadar jadi organisasi seremonial. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Barito Timur Tahun 2026, arah pembinaan generasi muda lima tahun ke depan mulai “dikunci”.
Bupati Barito Timur yang diwakili Sekretaris Daerah Minohartaku secara resmi membuka Muscab, Rabu (11/2/2026), di Ruang Rapat Bupati. Hadir lengkap unsur Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, camat se-Bartim, hingga para ketua kwartir ranting, pembina dan pelatih Pramuka.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa Muscab bukan sekadar forum memilih ketua baru. Ini adalah panggung strategis untuk menentukan arah gerak Pramuka Barito Timur periode 2026–2031.
“Musyawarah Cabang bukan hanya memilih ketua dan pengurus. Ini forum tertinggi untuk merumuskan kebijakan dan rencana kerja lima tahun ke depan yang harus selaras dengan pembangunan daerah,” tegas Minohartaku.
Pesan itu jelas, Pramuka harus relevan, adaptif, dan menjadi bagian dari solusi pembangunan. Di tengah gempuran era digital, degradasi moral, dan tantangan global yang semakin kompleks, Pemkab Bartim menilai Gerakan Pramuka memegang peran vital sebagai benteng karakter generasi muda.
Nilai Satya dan Darma Pramuka tak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus hidup dalam praktik pembinaan sehari-hari.
“Eksistensi pembina dan pengurus sangat dibutuhkan agar generasi muda tetap berlandaskan nilai kebangsaan, memiliki jiwa bela negara, dan karakter kuat,” ujarnya.
Muscab kali ini juga menjadi momen evaluasi menyeluruh atas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya. Selain itu, forum akan menetapkan Rencana Kerja dan pokok-pokok kebijakan baru, sekaligus memilih Ketua dan jajaran pengurus Kwartir Cabang periode 2026–2031.
Sekda menegaskan, kepengurusan mendatang harus diisi figur-figur berintegritas, visioner, dan siap bekerja, bukan sekadar nama di atas struktur.
“Program kerja yang dirumuskan harus benar-benar menjawab kebutuhan anggota dan masyarakat, serta sejalan dengan visi membangun Bumi Jari Janang Kalawah,” katanya.
Pemkab Bartim, lanjutnya, siap memberikan dukungan maksimal, baik material, finansial, maupun organisatoris, sesuai kemampuan anggaran daerah. Namun dukungan itu harus dibarengi kinerja dan terobosan nyata dari jajaran Pramuka.
Muscab 2026 menjadi titik krusial, apakah Pramuka Bartim akan melompat lebih jauh sebagai motor pembentukan SDM unggul, atau tertinggal dalam arus perubahan zaman. Jawabannya akan ditentukan dari forum strategis yang digelar hari ini.(boy/red)
