Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Barito Timur (Bartim) M Yamin mengambil langkah tegas namun humanis. Ia resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 130/13/II/PEM/2026 pada Selasa (10/2/2026) sebagai pedoman bersama menjaga suasana Ramadan tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan. Pesannya jelas, yakni Ramadan harus menjadi momentum memperkuat iman sekaligus mempererat harmoni sosial.
Bupati mengajak umat Muslim menyambut bulan puasa dengan memakmurkan rumah ibadah dan lingkungan sekitar melalui pemasangan ornamen serta nuansa Islami. Namun lebih dari sekadar simbol, ia menekankan substansi Ramadan sebagai ruang memperdalam ibadah dan memperkuat ketakwaan.
“Menciptakan suasana kedamaian dan ketakwaan dengan mengisi bulan suci melalui peningkatan pelaksanaan ibadah,” demikian pesan dalam edaran tersebut.
Kepada pelaku usaha seperti restoran, rumah makan, warung, dan kafe, Bupati Yamin menyampaikan imbauan yang tegas namun penuh penghormatan. Mereka diminta menjaga etika sosial dengan tidak menampilkan aktivitas makan dan minum secara terbuka pada siang hari.
Langkah ini bukan pembatasan usaha, melainkan bentuk saling menghormati antarwarga yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Yang paling ditekankan, Bupati secara eksplisit melarang segala bentuk tindakan sepihak di masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada sweeping atau aksi main hakim sendiri dengan alasan apa pun.
“Apabila ada gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada aparat berwenang. Tidak boleh ada tindakan sepihak dari masyarakat,” tegasnya.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa ketertiban dan keamanan adalah tanggung jawab bersama, namun tetap dalam koridor hukum. Pemerintah daerah ingin memastikan Ramadan di Barito Timur berlangsung dalam suasana damai, tanpa gesekan, tanpa intimidasi.
Dengan edaran ini, Pemkab Bartim berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum memperkuat solidaritas, menjaga toleransi, dan membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.(boy/red)
