Diduga Aksi Hipnotis Terorganisir, Warga Sampit Dua Kali Kehilangan Uang hingga Rp15 Juta

Sampit, Habarkalimantantengah.com - Dugaan praktik kejahatan hipnotis kembali meresahkan warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Seorang pria dilaporkan menjadi korban aksi hipnotis di kawasan pusat perbelanjaan pada Jumat malam, 20 Februari 2026, dengan total kerugian mencapai Rp15 juta dalam dua kejadian berbeda. Peristiwa terbaru terjadi sekitar pukul 19.18 WIB. 

Korban diduga dikelabui oleh seorang perempuan tak dikenal yang menggunakan mobil hitam dengan knalpot bising. Usai kejadian, korban baru menyadari uang tunai sebesar Rp5 juta raib dari penguasaannya.

Situasi mencurigakan itu menarik perhatian pengunjung lain. Seorang saksi mata menuturkan, korban terlihat keluar dari area pusat perbelanjaan dalam kondisi panik sambil berteriak meminta bantuan.

“Korban keluar sambil menunjuk ke arah luar dan berteriak ‘orang itu, orang itu’. Saat ditanya, dia hanya bilang uangnya dicuri,” ujar saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Saksi lain mengungkapkan, korban sempat berlari mengejar pelaku yang berada di dalam mobil. Namun upaya tersebut gagal lantaran kendaraan pelaku melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi.

“Pelaku langsung tancap gas. Sempat ada yang mencoba mengejar, tapi tidak terkejar,” kata saksi di lokasi.

Fakta lain yang terungkap, korban ternyata bukan kali pertama mengalami kejadian serupa. Ia mengaku telah dua kali menjadi korban hipnotis dalam waktu berdekatan. Pada kejadian pertama, korban kehilangan uang sekitar Rp10 juta. Selang dua hari kemudian, ia kembali kehilangan Rp5 juta, sehingga total kerugian mencapai Rp15 juta.

Ironisnya, meski mengalami kerugian besar, korban disebut enggan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Saat kami sarankan melapor, korban menolak. Katanya tidak mau berurusan panjang,” ungkap saksi.

Sikap korban yang enggan melapor memunculkan kekhawatiran tersendiri, lantaran membuka peluang pelaku untuk kembali beraksi dan menyasar korban lain. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah pelaku yang sama juga melakukan aksi serupa di lokasi lain di Sampit.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan pusat keramaian dan pusat perbelanjaan.

Aparat keamanan diharapkan meningkatkan pengawasan, sementara warga diimbau segera melapor jika mengalami atau mengetahui indikasi kejahatan hipnotis guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.(fau/red)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال