Tak Menunggu Api Membesar, Karau Kuala Perkuat Patroli dan Respons Karhutla

Buntok, Habarkalimantantengah.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, dihadapi dengan kesiapsiagaan yang semakin diperkuat. Bukan hanya melalui pemadaman ketika api muncul, tetapi juga dengan memperketat patroli, memetakan kawasan rawan, dan membangun koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.

Langkah itu terlihat ketika TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat peduli api (MPA) dari Kelurahan Bangkuang dan 10 desa lainnya yang tergabung dalam Posko Siaga Karhutla Kecamatan Karau Kuala bergerak dalam satu koordinasi penanganan.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut diawali dengan sosialisasi menghadapi bencana karhutla yang disampaikan personel Mabes TNI, Kapten Agus S dan Kapten Wardani, Rabu (16/9/2026).

Setelah kegiatan, keduanya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karau Kuala langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan.

Patroli menyasar jalur hauling PT MUTU kilometer 8 hingga 18 di wilayah Desa Janggi dan Desa Malitin. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena dalam beberapa waktu terakhir tercatat sebagai salah satu wilayah yang memerlukan pengawasan dan kesiapsiagaan lebih intensif terhadap potensi karhutla.

Pergerakan di lapangan dilakukan secara simultan. Ketika sebagian unsur memperkuat patroli dan pemantauan kawasan rawan, tim Posko Siaga Karhutla lainnya bergerak melakukan pemadaman serta pendinginan pada titik api di Jalan Negara Bangkuang-Telang/Siong.

Camat Karau Kuala, Adriansyah, mengatakan penanganan karhutla di wilayahnya terus diarahkan melalui kolaborasi berbagai unsur, termasuk pemerintah, aparat, masyarakat, dan dunia usaha.

Ia menyebut, untuk penanganan di kilometer 8 dan 9, Tim MPA Desa Janggi telah dikoordinasikan guna melakukan pemadaman dan pendinginan. Upaya tersebut turut diperkuat dukungan mobil tangki air dari PT BDA/PT SMP.

Menurut Adriansyah, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penanganan di lapangan, terutama ketika kondisi membutuhkan dukungan personel maupun sarana operasional.

“Kerja sama yang solid antara Tim Posko dengan perusahaan setempat, yakni PT MUTU dan kontraktornya, serta PT BDA dan kontraktornya, bersama Tim MPA Desa Malitin dan Janggi terus ditingkatkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ujar Adriansyah.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan aparat tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat serta dunia usaha yang berada di sekitar wilayah rawan.

“Ini merupakan wujud tanggung jawab semua elemen pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

Pola penanganan tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan karhutla di Karau Kuala dibangun melalui kerja yang bergerak dari hulu hingga hilir, yakni pengawasan kawasan rawan, patroli lapangan, koordinasi antarpersonel, hingga pemadaman dan pendinginan ketika titik api ditemukan.

Di tengah ancaman karhutla yang membutuhkan respons cepat, kekuatan utama bukan semata pada seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga seberapa solid seluruh unsur bergerak sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.(red/j)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال