Buntok, Habarkalimantantengah.com - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, sebuah pemandangan tak biasa memancar dari Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan.
Kawasan yang biasanya tenang itu kini berubah drastis saat malam tiba, jalanan bersinar, sudut kampung berkilau, dan langit malam seolah memantulkan cahaya dari ratusan lampu hias buatan warga.
Tak sekadar dekorasi, instalasi lampu beraneka bentuk, mulai motif islami, lorong cahaya, hingga gapura tematik, menciptakan atmosfer Ramadan yang hidup, hangat, sekaligus memikat perhatian siapa pun yang melintas.
Suasana ini membuat Bangkuang terasa seperti destinasi religi musiman yang sarat nuansa kebersamaan.Lurah Bangkuang, H Muhammad Iqbal, menegaskan tradisi ini bukan fenomena sesaat. Ia menyebut pemasangan lampu hias sudah menjadi budaya tahunan warga dalam menyambut bulan suci Ramadan hingga Idulfitri.
“Ini tradisi lama yang terus kami jaga. Semangatnya bukan hanya memperindah kampung, tapi mempererat persaudaraan,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026) malam.
Menurutnya, kekompakan warga menjadi kunci utama terciptanya panorama spektakuler tersebut. Masyarakat bergotong royong mengumpulkan dana, merancang konsep, hingga memasang dekorasi secara bersama-sama. Hasilnya, setiap lingkungan memiliki ciri khas cahaya tersendiri yang menunjukkan kreativitas sekaligus rasa memiliki terhadap lingkungan.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum sosial yang mampu menyatukan masyarakat. Di Bangkuang, cahaya lampu bukan sekadar hiasan, melainkan simbol harapan, persatuan, dan semangat menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang terang.(jky)
