Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah langsung menunjukkan taring organisasi. Baru disahkan untuk masa bakti 2025–2030, jajaran pengurus tancap gas lewat rapat konsolidasi perdana di Palangka Raya, Senin (16/2/2026), dengan satu pesan tegas, yakni organisasi harus bergerak cepat, solid, dan berdampak nyata.
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas awal kepengurusan. Forum tersebut menjadi panggung penegasan arah, disiplin struktur, dan strategi ofensif lima tahun ke depan. Setiap bidang diminta langsung memaparkan rencana kerja konkret, tanpa ruang bagi program normatif atau simbolik.
Ketua DPW IPJI Kalteng, Pickrol Hidayad, menegaskan konsolidasi adalah fondasi kekuatan organisasi.
“IPJI Kalteng harus hadir sebagai kekuatan profesional yang menaikkan standar kualitas penulis dan jurnalis. Kita satukan visi dan energi agar organisasi melaju cepat, bukan sekadar berjalan,” tegasnya dengan nada lugas.
Agenda strategis yang dibahas meliputi penyusunan program prioritas berbasis target, penguatan fungsi tiap bidang, validasi data anggota, hingga pelatihan jurnalistik terstruktur yang dirancang mencetak SDM kompeten dan siap bersaing. Fokus utama, yaitu kualitas, bukan kuantitas.
Tak berhenti di internal, pengurus juga mematok langkah ekspansi jaringan melalui sinergi aktif dengan pemerintah daerah, kampus, serta organisasi profesi.
Kolaborasi ini diproyeksikan menjadi mesin percepatan peningkatan kapasitas insan pers dan penulis di daerah.
Langkah ambisius lain langsung dipasang, yakni pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.
Target ini dipandang sebagai strategi penetrasi organisasi agar pengaruh IPJI terasa hingga tingkat lokal dan tidak berhenti di level provinsi.
Rapat perdana tersebut menelurkan rekomendasi strategis yang disepakati sebagai komando kerja awal.
Dengan start agresif ini, IPJI Kalteng mengirim sinyal jelas: mereka tak ingin sekadar eksis, tetapi siap memimpin perubahan standar profesionalisme jurnalistik di Bumi Tambun Bungai.(red)
