Tamiang Layang, Habarkalimantantengah.com — Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) bergerak cepat merespons krisis kekurangan guru dan tenaga kependidikan di wilayah pelosok. Melalui Dinas Pendidikan, sebanyak 371 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dipastikan siap diterjunkan ke sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan tenaga.
Plt Kepala Disdik Kabupaten Bartim, Bunyamin, menegaskan bahwa penempatan ratusan PPPK paruh waktu tersebut difokuskan untuk menutup kekosongan tenaga pendidik dan tenaga teknis, khususnya di sekolah-sekolah terpencil yang masih jauh dari standar ideal layanan pendidikan.
“Sebanyak 371 PPPK paruh waktu ini siap ditempatkan. Prioritas utama adalah sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan guru dan tenaga teknis, terutama di wilayah pelosok,” kata Bunyamin, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, kekurangan tenaga pendidik masih menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar.
Tidak sedikit sekolah di pedalaman Bartim yang harus menjalankan pembelajaran dengan jumlah guru terbatas, bahkan merangkap mata pelajaran.
Karena itu, kehadiran PPPK paruh waktu dinilai menjadi solusi cepat dan strategis agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal dan merata.
“Ini bukan sekadar penempatan pegawai. Ini langkah penyelamatan layanan pendidikan di sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan SDM,” tegasnya.
Bunyamin memastikan, Disdik akan melakukan pemetaan kebutuhan secara detail agar penempatan PPPK paruh waktu benar-benar tepat sasaran dan langsung menyentuh sekolah yang paling membutuhkan.
Ia juga meminta para PPPK yang nantinya ditempatkan untuk siap bekerja di berbagai kondisi, termasuk di wilayah dengan keterbatasan sarana dan akses.
“Kami berharap para PPPK paruh waktu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Kehadiran mereka sangat menentukan keberlangsungan proses belajar mengajar di pelosok,” ujarnya.
Pemkab Bartim, lanjut Bunyamin, menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia.
Upaya pemerataan tenaga pendidik ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah kota dan pedalaman.
Sebagai informasi, PPPK paruh waktu di lingkungan Disdik Kabupaten Bartim terbagi dalam dua kategori, yakni tenaga pendidik dan tenaga teknis.(boy/red)
