Dialog Terbuka dengan Insan Pers, Gubernur Kalteng Dorong Komunikasi Transparan

Palangka Raya, Habarkalimantantengah.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan satu hal penting, yakni pembangunan daerah tak akan pernah efektif tanpa dukungan pers.

Media, kata dia, bukan sekadar pelengkap, melainkan aktor kunci dalam membangun kepercayaan publik dan memastikan informasi sampai ke masyarakat secara utuh.

Pesan itu disampaikan Agustiar saat bersilaturahmi sekaligus berdialog terbuka dengan insan pers dari berbagai organisasi kewartawanan dan media mitra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu (31/1/2026) sore.

Pertemuan ini mempertemukan beragam elemen pers, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Serikat Pers Reformasi Indonesia (SPRI), Aliansi Jurnalis Video (AJV), Pewarta Warga Indonesia (Pewarna), hingga media mitra Pemprov Kalteng. Seluruh kepala dinas Pemprov Kalteng juga hadir, menandai keseriusan pemerintah membuka ruang komunikasi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Agustiar menyebut media sebagai jembatan strategis yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan realitas di tengah masyarakat.

“Media punya peran sangat strategis. Bukan hanya menyampaikan program dan capaian, tapi juga menjelaskan arah kebijakan pembangunan secara utuh dan berimbang,” ujarnya.

Ia menilai, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan insan pers akan membantu menghadirkan informasi yang akurat, sekaligus mencegah distorsi informasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

Lebih jauh, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan agenda pembangunan. Media dibutuhkan untuk memastikan masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan, sekaligus menjadi ruang kontrol sosial.

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Dukungan media sangat penting agar masyarakat tahu, paham, dan ikut mengawal pembangunan,” katanya.

Dialog yang berlangsung usai sambutan berlangsung cair namun tajam. Sejumlah jurnalis menyampaikan pertanyaan kritis dan masukan terkait isu-isu strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, kualitas pelayanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat.

Gubernur merespons langsung berbagai pertanyaan tersebut, didampingi kepala dinas sesuai bidangnya.
Kegiatan yang diawali dengan olahraga bersama itu ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mencairkan jarak antara birokrasi dan insan pers.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, pertemuan ini menjadi penegasan komitmen Pemprov Kalteng untuk membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan akuntabel dengan pers sebagai mitra strategis demi mendorong Kalteng yang lebih maju dan sejahtera.(jky)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال